Hasil Sementara Perolehan Suara Partai di Dapil Bali untuk DPR RI Tahun 2024

Hasil Sementara Perolehan Suara Partai di Dapil Bali untuk DPR RI Tahun 2024

Perolehan suara sementara untuk Pemilu Legislatif DPR RI 2024 di Daerah Pemilihan Bali mulai diumumkan. Berdasarkan data perolehan suara dari 5.048 TPS atau sekitar 39,41% dari total 12.809 TPS yang ada, beberapa partai unggulan tampak mulai menunjukkan dominasinya.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk saat ini memimpin dengan perolehan sementara 381.069 suara. Jumlah ini terpaut sangat jauh dari partai peringkat kedua, Gerindra, yang baru mengumpulkan 68.849 suara.

Sosok yang namanya tak asing di jagat politik Bali, I Nyoman Parta, menjadi caleg PDIP dengan perolehan tertinggi yaitu 108.068 suara. Ia disusul tak jauh di bawahnya oleh kader PDIP lainnya, I N Adi Wiryatama, dengan 69.028 suara.

Sementara dari Partai Golkar, Caleg dengan suara terbanyak adalah Gde Sumarjaya Linggih dengan total suara 26.590. Ia bersaing ketat dengan sesama kader Golkar, Dr I Nyoman Sugawa Korry, yang meraih 23.250 suara.

Untuk Partai Nasdem, nama yang mencuat adalah Masrur Makmur. Pria kelahiran NTB ini meraih 7.383 suara, jauh meninggalkan peringkat kedua dari partainya, yakni Ir I Nengaah Senantara dengan 12.828 suara.

Sejumlah partai kecil pun mulai menampakkan wajahnya. Salah satunya Partai Buruh dengan caleg Zakaria yang meraih 6.135 suara, tertinggi dari seluruh kader partainya. Begitu pula dengan Garda Republik Indonesia yang calegnya bernama Petrus Feo berhasil mengumpulkan 2.883 suara, yang juga tertinggi di internal partai.

Masih sangat panjang perjalanan pileg kali ini hingga penetapan pemenang nantinya. Tapi data awal ini cukup memberi gambaran siapa kandidat dan parpol yang patut diperhitungkan perolehan suaranya. Tentu dinamika bisa terus berubah seiring bertambahnya jumlah suara yang terkumpul dari TPS-TPS lainnya.

Publik juga diingatkan bahwa hal ini masih bersifat sementara. Penghitungan resmi dan penetapan anggota legislatif terpilih baru akan ditentukan secara bertahap oleh PPK, KPU Kabupaten/Kota hingga KPU Provinsi dan KPU Pusat melalui rapat pleno terbuka sebagaimana diatur dalam peraturan.

Dengan demikian, publik perlu menunggu hasil resmi dari lembaga yang paling berwenang untuk menentukannya. Namun tak ada salahnya mulai melakukan analisa dan mengamati perkembangan dari data-data sementara yang ada. Hal ini berguna untuk memberi gambaran mengenai arah politik dan pilihan masyarakat Bali dalam pileg kali ini.

Copywritter, Freelancer dan Penulis. Senang Membaca dan Berbagi Informasi.