SSCN BKN Kota Madiun

CPNS 2021 SSCN BKN Kota Madiun ~ Pembukaan lowongan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) rencananya akan dibuka pada bulan Mei 2021 mendatang. Pemerintah Kota Madiun pun turut serta dalam persiapan pendaftaran CPNS 2021 dengan memberikan pernyataan soal formasi yang diusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi CASN, silahkan kunjungi SSCASN.BKN.GO.ID. Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2021 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS). Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan. SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam cerdas, terima kasih.

Diketahui formasi yang diusulkan dari pihak Pemkot Madiun yaitu sebanyak 300 formasi. Jumlah formasi yang diusulkan tidak hanya untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi dibagi menjadi dua dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Dalam menentukan usulan formasi sebanyak itu, pihak dari Pemkot Madiun tidak melakukannya dengan sembarangan, melainkan berdasarkan data yang tercatat di Pemerintah Pusat mengenai berapa banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pensiun di tahun ini dan berapa kebutuhan PNS untuk mengisi kekosongan dari posisi PNS yang pensiun, serta kebutuhan PNS lebih banyak untuk berbagai formasi.

Siapkan Berkas, Pendaftaran CPNS dan PPPK 30 Juni – 21 Juli Pukul 23.59 Serentak di SSCASN BKN 2021/2022 (Lihat Selengkapnya).

Pendaftaran CPNS Resmi dibuka mulai 30 Juni 2021, Pendaftaran hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID

Namun bila ingin info terbaru seputar seleksi CPNS silahkan cek di https://www.sscnbkn.win/ sedangkan info pendaftaran PPPK buka SSP3K.

Cek juga Info Penting mengenai Syarat dan Cara Pendaftaran CPNS 2021 berdasarkan rilis terbaru.

Untuk formasi CPNS, lebih difokuskan pada tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan tenaga teknis lainnya yang dibutuhkan oleh Pemkot Madiun. Sedangkan P3K, hanya tenaga pendidikan posisi guru, karena hanya formasi itu yang dibuka untuk P3K dan berada dibawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

CPNS 2021 tahun ini sedikit mengalami kelambatan khususnya di Kota Madiun, karena sedang terjadinya pandemi Covid-19. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, di bulan ini sudah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan akan dilanjut dengan tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Namun, pada kenyataannya, di bulan Maret 2021 masih menunggu konfirmasi dari pihak Kemenpan RB dan BKN mengenai formasi resmi yang memakan waktu cukup banyak.

Meskipun usulan formasi yang diajukan dari pihak Pemkot Madiun belum diresmikan dari pusat, pihak Pemkot Madiun masih menunggu rincian berupa formasi tersebut agar dapat segera memberikan pernyataan resmi untuk para pendaftar CPNS 2021 di Madiun.

Jumlah kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nasional sudah diberitakan kepada publik, yakni diketahui sebanyak 1 juta P3K profesi guru, disusul dengan formasi untuk CPNS dan P3K non guru sebanyak 189.000 formasi untuk Pemerintah Daerah. Terakhir formasi untuk calon ASN dan P3K di kementerian atau lembaga sebanyak 83.000 formasi.

Untuk memenuhi formasi satu juta guru, dapat diisi oleh tenaga honorer yang telah mendaftarkan diri mereka di Data Pokok Pendidikan Kemendikbud, guru honorer yang tengah bertugas, dan dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang sedang tidak mengajar di sekolah manapun.

Informasi terbaru mengenai tenaga kerja yang paling dibutuhkan pada CPNS formasi 2021 di kawasan Pemerintah Pusat yaitu terdiri dari jabatan dosen, penjaga tahanan, pemeriksa, analisis perkara peradilan, dan penyuluh program keluarga berencana.

Untuk formasi di Pemerintah Provinsi, yaitu dimulai dari jabatan guru yang terdiri dari guru matematika, guru teknologi informasi dan komputer, dan guru bimbingan konseling. Lalu untuk jabatan tenaga kesehatan, terdiri dari dokter, perawat, dan asisten apoteker. Terakhir terdapat jabatan teknis yang dibutuhkan meliputi polisi kehutanan, pranata komputer, dan pengawa benih tanaman.

Lalu formasi di Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota, terdiri dari jabatan guru, meliputi guru bimbingan konseling, guru kelas atau wali kelas, dan guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Disusul dengan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, bidan, dan perawat. Lalu tenaga teknis yang membutuhkan auditor, penyuluh pertanian, dan pengelola pengadaan barang atau jasa.

Bagikan :
Back to top