Catat, Jadwal dan Formasi CPNS 2021/2022 Seluruh Kabupaten Kota Segera Rilis

Catat, Jadwal dan Formasi CPNS 2021/2022 Seluruh Kabupaten Kota Segera Rilis | Update : Formasi dan Jadwal Seleksi CPNS 2021/2022 kabarnya akan dimulai di Akhir Juni 2021. Tepatnya 30 Juni – 30 Juli 2021, cek selengkapnya di Info Pendaftaran CPNS 2021.

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi CASN, silahkan kunjungi SSCASN.BKN.GO.ID. Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2021 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS). Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan. SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam cerdas, terima kasih.

Catat! Informasi Terbaru Tes CPNS dan PPPK 2021/2022

Di tahun 2021 ini, pemerintah memastikan akan membuka penerimaan pegawai negeri sipil dan PPPK Guru maupun Non-Guru setelah di tahun sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi. Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tes CPNS dan PPPK tahun 2021 dijalankan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan dari Menteri Kesehatan untuk mencegah dan memutus rangkaian pandemi COVID-19.

Siapkan Berkas, Pendaftaran CPNS dan PPPK 30 Juni – 21 Juli Pukul 23.59 Serentak di SSCASN BKN 2021/2022 (Lihat Selengkapnya).

Pendaftaran CPNS Resmi dibuka mulai 30 Juni 2021, Pendaftaran hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID

Namun bila ingin info terbaru seputar seleksi CPNS silahkan cek di https://www.sscnbkn.win/ sedangkan info pendaftaran PPPK buka SSP3K.

Cek juga Info Penting mengenai Syarat dan Cara Pendaftaran CPNS 2021 berdasarkan rilis terbaru.

Sempat beredar kabar bahwa rangkaian kegiatan penerimaan pegawai negeri sipil dan PPPK akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2021 mendatang. Masyarakat juga telah mempersiapkan diri sejak kabar bahwa tes CPNS akan dibuka tahun 2020 silam. Namun sampai saat ini, mulainya prosesi penerimaan aparatur negara masih sangat simpang siur atau belum ada kejelasan.

Untuk menghindari dan memutus kabar simpang siur tersebut, pihak Badan Kepegawaian Negara memutuskan memberi pernyataan terkait prosesi atau rangkaian seleksi penerimaan pegawai negeri sipil dan PPPK tahun 2021 melalui wawancara maupun media sosial resmi BKN.

Dilansir dari kompas.com, Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih belum dapat memastikan kapan mulainya atau kapan dibukanya tes CPNS tahun 2021 pada Senin, 31 Mei 2021 mendatang. Dari unggahan akun Instagram milik BKN di @bkngoidofficial Sabtu 29 Mei lalu, BKN memastikan bahwa rekrutmen CPNS dan PPPK Guru dan Non-Guru tahun 2021 belum dibuka untuk 31 Mei 2021 mendatang.

Pada unggahan pertama, BKN menegaskan tes CPNS dan PPPK tahun 2021 belum resmi dibuka dengan foto dan teks “31 Mei 2021 Rekrutmen #CPNS2021 #PPPK2021 BELUM DIBUKA”. Kemudian, pada unggahan kedua, BKN mengunggah Surat Kepala BKN Nomor: 4761/B-KP.03/SD/K/2021 Tentang Pengadaan CPNS dan PPPK non-Guru Tahun 2021 diimbangi dengan Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 20211 Tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan pokok isian sebagai berikut:

1. Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) diharapkan segera menyiapkan rencana kegiatan dan anggaran pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar CPNS serta Seleksi Kompetensi PPPK non-Guru Tahun 2021 sesuai dengan penetapan kebutuhan formasi jabatan yang tersedia.

2. Seleksi Kompetensi PPPK Guru Tahun 2021 dibebankan pada anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

3. Setiap Instansi Pusat dan Daerah membuat surat usulan berkaitan dengan penunjukan Admin Instansi, baik CPNS dan/atau PPPK yang ditujukan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara c.q Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian. Surat usulan tersebut ditandatangani minimal oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang membidangi pengadaan kepegawaian ataupun Ketua Panitia Seleksi Pengadaan Instansi.

4. Setiap Instansi Pusat dan Daerah wajib membentuk Tim Panitia Seleksi Pengadaan Instansi, Petugas Verifikasi, Petunjuk Teknis Verifikasi, Petugas Helpdesk Instansi dan Pengumuman persyaratan pendaftaran seleksi Instansi masing-masing.

5. Guna mengurangi pergerakan peserta seleksi dalam rangka pencegahan penularan COVID-19, khusus PPK Instansi Daerah diharapkan untuk menyiapkan titik lokasi seleksi mandiri di daerah masing-masing atau cost-sharing dengan wilayah sekitarnya. Penyiapan titik lokasi seleksi ini meliputi pengadaan infrastruktur pendukung pelaksanaan seleksi, antara lain tempat/gedung, komputer client, jaringan komputer dan internet, genset, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan protokol kesehatan, serta berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 setempat untuk mendapatkan izin pelaksanaan seleksi di titik lokasi tersebut. Spesifikasi komputer client, jaringan komputer dan internet, serta sarana dan prasarana untuk pelaksanaan seleksi tercantum dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi Dengan Metode Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara.

6. Instansi Pusat dan Daerah yang telah merencanakan titik lokasi seleksi sendiri/cost-sharing, diharapkan mengajukan usulan titik lokasi tersebut. Surat usulan ini paling sedikit memuat informasi tentang:
⦁ Nama Gedung atau Tempat Lokasi Ujian
⦁ Alamat lokasi ujian
⦁ Kabupaten atau Kota lokasi ujian tersebut diselenggarakan
⦁ Jumlah ruangan yang akan digunakan saat ujian
⦁ Jumlah PC per ruangan yang akan digunakan ujian
⦁ Jumlah Sesi yang akan diadakan per hari, dimana jumlah sesi yang diadakan dalam satu hari pada satu lokasi ujian maksimal adalah 3 sesi.

7. Instansi Pusat dan Instansi Daerah yang akan menggunakan titik lokasi BKN Pusat atau Kantor Regional atau Unit Penyelenggara Teknis BKN sebagai titik lokasi Ujian di luar titik lokasi ujian mandirinya, wajib mengajukan usulan titik lokasi BKN yang akan digunakan. Pengajuan surat tersebut paling lambat tanggal 4 Juni 2021, ditujukan kepada Kepala BKN melalui Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi untuk Instansi Pusat, dan Kepala Kantor Regional BKN setempat untuk Instansi Daerah.

8. Mengingat masih terdapat beberapa peraturan pengadaan CPNS, PPPK Non-Guru dan PPPK Guru tahun 2021 yang masih belum ditetapkan oleh Pemerintah serta masih adanya usulan revisi penetapan kebutuhan (formasi) oleh beberapa instansi, maka jadwal pelaksanaan seleksi akan diinformasikan lebih lanjut.

Sebelumnya, diberitakan bahwa rangkaian seleksi pegawai negeri dan PPPK tahun 2021 akan dimulai pada 31 Mei 2021 besok. Namun, mendekati tanggal tersebut, masyarakat masih dibingungkan dengan formasi yang tersedia karena belum ada informasi lanjutan mengenai hal tersebut. Juga, muncul rangkaian jadwal Seleksi CPNS dan PPPK sebagai berikut:
⦁ Pengumuman Seleksi CPNS dan PPPK dijadwalkan tanggal 30 Mei hingga 13 Juni 2021
⦁ Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK dijadwalkan tanggal 31 Mei hingga 21 Juni 2021
⦁ Seleksi Adminsitrasi dan Pengumuman Hasil dijadwalkan tanggal 1 Juni hingga 30 Juni 2021
⦁ Masa Sanggah untuk Calon Pelamar CPNS dan PPPK dijadwalkan tanggal 1 Juli hingga 11 Juli 2021
⦁ Pelaksanaan SKD CPNS berbasis CAT oleh BKN dijadwalkan pada Juli hingga September 2021
⦁ Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru (CAT BKN) dijadwalkan Juli hingga September 2021 setelah SKD CPNS selesai di masing-masing lokasi
⦁ Seleksi Kompetensi PPPK Guru (CBT Kemendikbud) dengan 3 jadwal, tes 1 pada Agustus 2021, tes 2 pada Oktober 2021 dan tes 3 pada Desember 2021
⦁ Pelaksanaan SKB CPNS pada September hingga Oktober 2021
⦁ Pengumuman Akhir dan Masa Sanggah pada November 2021
⦁ Penetapan NIP CPNS atau Nomor Induk PPPK pada Desember 2021

Dilansir dari kompas.com, Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Paryono menyatakan bahwa pihaknya memang belum mengumumkan tanggal pasti terkait pendaftaran CPNS dan PPPK tahun 2021 ini.

Diharapkan masyarakat hanya percaya pada berita dan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah terkait Seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021. Termasuk untuk tidak mengikuti anjuran pihak lain perihal akses cepat CPNS dan PPPK dengan menyertakan sejumlah uang dalam nominal berapapun.

Apapun informasi yang menyertakan tanggal ataupun jadwal dan rangkaian tes calon aparatur negeri sipil tahun 2021 bukan lah informasi final atau pernyataan resmi dari BKN dan Kementerian PANRB selaku penyelenggara dari seleksi ini.

Setelah absen dengan tidak membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2020 silam, seleksi CPNS kembali hadir membuka lowongan di tahun 2021. Pendaftaran akan segera dibuka mulai 31 Mei 2021 hingga 21 Juni 2021. Namun karena mengalami beberapa kendala sehingga pendaftaran pun diundur hingga waktu yang akan dijadwalkan selanjutnya.

Update terbaru kabar bukaan CPNS 2021 yakni :

  1. Pengumuman Formasi CPNS 2021 akan dimulai pada akhir Juni menurut Kepala BKN beberapa waktu lalu.
  2. Rentang waktu pengumuman formasi adalah 30 Juni – 30 Juli 2021 (jika tidak ada penundaan) menurut Kepala BKPSDM Kabupaten Penajam Paser Utara.

Silahkan cek kabar terbaru pendaftaran CPNS 2021.

Kabar diundurnya pendaftaran seleksi CPNS 2021 diketahui berdasarkan rilis resmi info terbaru BKN yang dimuat dalam laman twitternya.

Salah cuitan Twitter @bkngoidofficial menyatakan bahwa belum ada bukaan Pendaftaran CPNS pada 31 Mei 2021, lebih lanjut dituliskan juga bahwa jika ada kabar bukaan akan diberitahukan lebih lanjut, dan pihak BKN akan buka-bukaan terhadap kabar tersebut.

Ditambahkan juga waktu perpanjangan ini bisa digunakan untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi CPNS, agar hasilnya bisa maksimal.

Berikut Kabar sebelumnya mengenai Jadwal Pengumuman Formasi dan Pendaftaran CPNS Mei – Juni 2021

Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Jadwal seleksi penerimaan CPNS untuk tahun 2021 sudah dirilis oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sesuai dengan perkiraan di awal bahwa seleksi akan dimulai pada akhir bulan Mei 2021. Sehingga masa persiapan hanya tinggal beberapa saat lagi.

Waktu penerimaan CPNS 2021 memang sesuai dengan jadwal sebelumnya yakni menunggu setelah pelaksanaan penerimaan untuk Sekolah kedinasan. Apabila melihat di situs resmi BKN bahwa di https://sscasn.bkn.go.id memang belum adanya aktivitas dalam proses penerimaan.

Hal ini tentu menjadi sinyal bahwa proses penerimaan sudah semakin dekat sehingga bagi Anda yang belum mengumpulkan semua berkas dokumen yang diperlukan sebaiknya untuk mempersiapkannya dimulai dari sekarang. Apabila ini belum dilaksanakan sangat khawatir apabila ada sesuatu perubahan dalam prosedur pendaftaran nanti akan terdapat kesulitan untuk mengikutinya sehingga bisa menjadi kendala yang sangat serius.

Selain itu juga ada beberapa hal yang bisa menjadi informasi terbaru mengenai proses penerimaan CPNS 2021 ini sesuai dengan paparan dari Plt.  Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur. Diantaranya adalah

  • Jadwal penerimaan CPNS sudah dirilis berikut lebih lengkapnya :
  • Pengumuman Seleksi : 30 Mei s.d 13 Juni 2021
  • Pendaftaran seleksi : 31 Mei s.d 21 Juni 2021
  • Seleksi administrasi dan pengumuman hasil : 1 Juni s.d 30 Juni 2021
  • Masa sanggah : 1 Juni s.d 11 Juni 2021
  • Pelaksanaan SKD CPNS (CAT BKN) : Juli s.d September 2021
  • Seleksi kompetensi PPP Non guru : Juli s.d September 2021(setelah pelaksanaan SKD selesai dilaksanakan di lokasi masing-masing)
  • Seleksi Kompetensi PPPK guru (CBT Kemendikbud) : Tes 1 Agustus 2021

:                                                                                          Tes 2 Oktober 2021

: Tes 3 Desember 2021

  • Pelaksanaan SKB CPNS : September s.d Oktober 2021
    • Pengumuman Akhir dan masa sanggah : November 2021
  • Formasi sudah ditetapkan dan sudah secara resmi diumumkan beberapa diantaranya yakni untuk kebutuhan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota
  • Formasi CPNS untuk pemerintah pusat
  • Penjaga tahanan
  • Analis Perkara Peradilan
  • Pemeriksa
  • Analis Hukum Pertanahan
  • Perawat
  • Formasi CPNS untuk pemerintah provinsi
  • Perawat
  • Dokter
  • Asisten Apoteker
  • Perekam Medis
  • Bidan
  • Polisi Kehutanan
  • Pengelola keuangan
  • Pranta Komputer
  • Pengelola Perpustakaan
  • Penyuluh Pertanian
  • Formasi CPNS kabupaten/kota
  • Perawat
  • Bidan
  • Dokter
  • Apoteker
  • Pranata Laboratorium Kesehatan
  • Auditor
  • Penyuluh Pertanian
  • Pengelola Keuangan
  • Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa
  • Polisi Pamong Praja
  • Formasi CPPPK untuk pusat
  • Penyuluh KB
  • Penyuluh Perikanan
  • Penyuluh Kehutanan
  • Perawat
  • Perencana
  • Formasi CPPPK untuk provinsi
  • Guru BK
  • Guru TIK
  • Guru Matematika
  • Guru Penjaskes
  • Guru Seni Budaya
  • Perawat
  • Asisten Apoteker
  • Pranata Laboratorium Kesehatan
  • Apoteker
  • Bidan
  • Pranata Komputer
  • Teknik Jalan dan Jembatan
  • Instruktur
  • Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa
  • Penyuluh Kehutanan
  • Formasi CPPPK untuk kabupaten/kota
  • Guru Kelas
  • Guru Penjaorkes
  • Guru BK
  • Guru TIK
  • Guru Agama Islam
  • Perawat
  • Bidan
  • Pranata Laboratorium Kesehatan
  • Perekam Medis
  • Asisten Apoteker
  • Penyuluh Pertanian
  • Asriparis
  • Pranata Komputer
  • Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa
  • Pamong Belajar
  • Progres penetapan kebutuhan ASN tahun 2021 sebanyak 458 instansi sudah ditetapkan, 13 instansi dalam proses penetapan oleh menteri, dan sisanya sekitar 66 instansi dalam proses pengolahan.
  • Formasi khusus CPNS terdiri dari :
  • Putra/putri lulusan terbaik yang berpredikat “Dengan Pujian” (cumlaude)
  • Penyandang Disabilitas
  • Diaspora
  • Berita terbaru mengenai proses penerimaan CPNS 2021 dapat langsung diakses di halaman kemenpan dan BKN. Hal ini untuk menghindari berita dan informasi yang salah yang beredar saat ini.

Selanjutnya adalah proses penerimaan CPNS 2021 tetap harus Anda ikuti meskipun waktu yang ditetapkan masih belum waktunya. Tambahan informasi dan prosedur pelaksanaan pendaftaran harus tetap Anda ikuti. Hal ini untuk menghindari dari kesalahan dan tahapan proses pendaftaran.

Sebagaimana diketahui bahwa prosedur pendaftaran menurut informasi sebelumnya adalah akan menggunakan sistem integrasi. Maksudnya adalh segala proses unggah data akan dihilangkan. Hal ini sebagai bentuk inovasi dalam proses pendaftaran guna menghindari kecurangan.

Dan hal ini bisa menjadi catatan terutama bagi Anda yang sudah beberapa kali melakukan proses pendaftaran secara online dengan sistem unggah data. Karena bisa jadi proses ini menjadi yang pertama dilaksanakan pada penerimaan CPNS 2021 yang pada penerimaan CPNS 2019 tidak dilakukan.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda pergunakan guna memperlancar proses pendaftaran.

  1. Link Pendaftaran

Pada penerimaan CPNS sebelumnya dimana menggunakan sistem berbasis online. Portal BKN yang menjadi panitia seleksi nasional menjadi situs resmi penerimaan dan pendaftaran CASN.

Begitu juga pada penerimaan CASN tahun 2021 ini, semua informasi dan alur pendaftaran untuk CPNS, Sekolah kedinasan ataupuan PPPK akan melalui portal ini, yakni di https://sscasn.bkn.go.id .

Selain itu juga portal ini berfungsi sebagai informasi dan berita terbaru seputar penerimaan CASN tahun 2021 dan invoasi terbarunya adalah peserta test CASN nantinya dapat mengakses seluruh formasi yang tersedia di portal SSCASN

  1. Face Recognition

Inovasi lainnya pada penerimaan CASN 2021 selain adanya informasi seluruh formasi. Ada juga aplikasi face recognition yang dimaksudkan untuk menghindari kecurangan pada saat pelaksanaan test.

Inovasi ini dipergunakan untuk menetralkan dari upaya-upaya untuk penggunaan joki dalam test CASN. Tentu saja inovasi ini merupakan fitur baru yang dipergunakan oleh panitia seleksi dalam hal ini BKN.

Aplikasi ini dapat melihat dan mencocokkan wajah peserta ujian. Hal ini praktik joki dan kecurangan tidak akan terjadi pada penerimaan CASN 2021. Sesuatu yang sangat menggembirakan yang dilakukan oleh panitia.

  1. Tidak Perlu Upload Berkas Dokumen

Pada penerimaan CASN 2021 terdapat beberapa inovasi yang dilakukan oleh panitia seleksi nasional. Selain face recognition juga informasi dalam satu portal, juga fitur lainnya yakni para pelamar CASN tidak perlu melakukan upload beberapa dokumen, salah satunya adalah mengunggah Ijazah dan beberapa dokumen lainnya karena portal SSCASN sudah terintegrasi dengan beberapa instansi terkait.

Seperti data NIK akan terintegrasi dengan Dinas Dukcakpil, data Dapodik bagi para guru sudah terintegrasi dengan Kemendikbud, STR dengan Kementerian Kesehatan, dan akses ijazah bagi lulusan Perguruan Tinggi sudah terintegrasi dengan Kemenristekdikti.

Jadi hal utama yang harus Anda persiapkan adalah bahwa yakinkan semua data tersebut terverifikasi baik di instansi yang bersangkutan.

Tes CPNS Tahun 2021: Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Penerimaan calon pegawai negeri sipil tahun 2021 akan segera dimulai tanggal 30 Mei 2021 mendatang. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah Indonesia menyediakan berbagai formasi dan pos jabatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi pemerintah. Mulai dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah.

Salah satu formasi tersebut adalah formasi khusus untuk penyandang disabilitas. Penyediaan formasi khusus ini membuka kesempatan yang lebih luas untuk penyandang disabilitas bersaing dengan calon pelamar sehat lainnya guna menjadi ASN Indonesia.

Terbukanya Formasi Khusus Disabilitas dalam jajaran pemerintah Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh penyedia kesempatan kerja lainnya agar dapat membuka kesempatan yang sama besar dan luasnya untuk penyandang disabilitas bekerja dengan normal seperti tenaga kerja yang sehat pada umumnya. Sehingga gap antara penyandang disabilitas dengan masyarakat sehat sebagai mayoritas dapat semakin mengecil setiap waktu.

Sebelum mendaftar, yuk kenali dulu apa itu formasi khusus penyandang disabilitas dan jenisnya untuk Tes CPNS tahun 2021 ini!

Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Sejak tahun 2017, pemerintah Indonesia secara terbuka mengundang penyandang disabilitas untuk ikut bersaing dalam proses penerimaan pegawai negeri sipil yang diselenggarakan setiap tahunnya. Dengan begitu, pemerintah menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki potensi dan kesempatan yang sama dengan mereka yang sehat.

Di penerimaan pegawai negeri sipil tahun 2019 kemarin, terdapat dua jenis formasi yang dapat dipilih oleh penyandang disabilitas. Formasi pertama yakni Formasi Khusus Disabilitas yang akan dibahas di bawah ini. Sedangkan formasi kedua adalah Formasi Umum yang terbuka untuk pelamar disabilitas berbarengan dengan calon pelamar sehat lainnya. Menurut tirto.id, istilah resmi yang digunakan pada dua jenis formasi tersebut adalah “Formasi Umum dan Formasi Khusus Selain Formasi Khusus Disabilitas”.

Jumlah penyandang disabilitas dalam formasi khusus ini diambil minimal 2% dari total kebutuhan formasi jabatan. Pemilihan formasi jabatan dan unit penempatan kerja ini ditentukan oleh masing-masing instansi pemerintah yang membutuhkan, sesuai dengan kapasitas pos jabatan, persyaratan jabatan, dan jenis serta derajat kedisabilitasan calon pelamar. Hal ini berdasar pada daftar rincian penetapan alokasi kebutuhan formasi dari Menteri yang kemudian dicantumkan dalam pengumuman penerimaan calon pegawai negeri sipil di masing-masing instansi terkait.

Pemilihan posisi atau formasi jabatan untuk Formasi Khusus Disabilitas dapat dilihat dan dilakukan pada situs atau portal SSCASN BKN sebagaimana terlampir pada saat pengumuman tes CPNS tahun 2021 mendatang, yakni di tanggal 30 Mei 2021.

Untuk melamar formasi khusus penyandang disabilitas ini, calon pelamar diwajibkan melampirkan surat keterangan dari dokter Rumah Sakit Pemerintah atau paling minimal dari pihak Puskesmas. Surat tersebut akan menjelaskan jenis dan derajat kedisabilitasan dari calon pelamar tersebut. Harap diperhatikan, bahwa hanya ada beberapa jenis disabilitas yang diperbolehkan mendaftar proses penerimaan calon pegawai negeri sipil ini.

Surat keterangan tersebbut kemudian akan diperiksa oleh pejabat instansi tujuan dalam proses verifikasi persyaratan adminiastrasi. Pemeriksaan ini juga menjadi proses penentuan jabatan tertentu dapat dilamar atau tidak oleh calon pelamar penyandang disabilitas tersebut. Pejabat Pembina Kepegawaian atau PPK di instansi tujuan dapat menggugurkan atau membatalkan keikutsertaan calon pelamar penyandang disabilitas apabila tidak melampirkan surat keterangan dari Rumah Sakit atau Puskesmas tersebut.

Calon pelamar minimal berusia 18 tahun dan maksimal berusia 35 tahun pada saat melamar, kecuali untuk pos jabatan yang telah diatur dalam Keputusan Presiden atau Keppres Nomor 17/2019 yang berusia maksimal 40 tahun. Seperti formasi dokter dan dokter gigi spesialis, dokter pendidikan klinis, peneliti, perekayasa dan dosen dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 atau S3.

Lebih lanjut, dalam rangkaian proses tes dan seleksi nantinya, pihak panitia penyelenggara dari instansi terkait dan/atau Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menyediakan aksesibilitas di area atau lingkungan tempat pelaksanaan tes dan seleksi, sesuai dengan kebutuhan dari penyandang disabilitas.

Untuk penyandang disabilitas jenis Sensorik Netra yang mendaftar pada formasi khusus disabilitas, pihak panitia penyelenggara dan/atau Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menyediakan petugas atau pendampingan pada saat melaksanakan proses tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi calon pelamar. Dimana petugas atau pendamping tersebut akan mengatur waktu pelaksanaan SKD dan SKB masing-masing selama 120 (seratus dua puluh) menit, juga membantu dan mengawasi jalannya seleksi.

Sedangkan untuk calon pelamar penyandang disabilitas jenis Sensorik Netra yang mendaftar pada Formasi Umum atau formasi khusus lain selain Formasi Khusus Disabilitas, tata cara dan waktu pelaksanaan tes dan seleksi akan disamakan dengan pelaksanaan seleksi calon pelamar di Formasi Umum.

Jenis-Jenis Disabilitas

Dilansir dari sehatq.com, disabilitas adalah suatu kondisi pembatasan aktivitas karena adanya keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu yang lama. Penyandang disabilitas mengalami hambatan dalam berpartisipasi secara efektif dan hadir penuh dalam lingkungan sekitar.

Disabilitas memiliki empat jenis, antara lain:

  • Disabilitas fisik, yang mencakup lumpuh, amputasi, stroke, disabilitas akibat kusta, cerebral palsy (CP), dann paraplegi.
  • Disabilitas mental, yang mencakup demensia, afektif bipolar, skizofrenia dan retardasi mental.
  • Disabilitas intelektual, yang mencakup down syndrome, makrosefali, mikrosefali, skafosefali dan kretinisme.
  • Disabilitas sensori, yang mencakup disabilitas rungu, disabilitas netra dan disabilitas wicara.

Dalam tes calon pegawai negeri sipil di Formasi Umum dan Formasi Khusus, calon pelamar penyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dengan derajat 1 atau 2, bukan sensorik atau intelektual atau mental, memiliki kesempatan yang lebih besar untuk lolos proses administrasi hingga pelaksanaan tes CPNS yang meliputi tes SKD dan tes SKB.

Ketentuan Umum CPNS 2021

Terdapat beberapa ketentuan umum yang harus diperhatikan oleh para calon pelamar tes calon pegawai negeri sipil tahun 2021 ini. Antara lain:

  1. Calon pelamar CPNS dapat melamar dengan usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun saat melamar.
  2. Jabatan CPNS yang dapat dilamar dengan batas usia paling tinggi 40 tahun saat pelamaran antara lain:
  • Dokter dan Dokter Gigi, dengan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis
  • Dokter Pendidik Klinis
  • Dosen, Perekayasa dan Peneliti, dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 atau doktor
  1. Calon pelamar tidak pernah dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih
  2. Calon pelamar tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat sebagai PNS, anggota Kepolisian Negara RI, prajurit TNI dan pegawai swasta
  3. Calon pelamar tidak sedang berkedudukan sebagai CPNS, PNS, anggota Polri maupun prajurit TNI
  4. Calon pelamar tidak sedang menjadi anggota ataupun pengurus partai politik dan sedang tidak terlibat politik praktis
  5. Calon pelamar memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan persyaratan formasi atau jabatan tujuan
  6. Calon pelamar sehat secara jasmani dan rohani sesuai dengan jabatan yang dilamar
  7. Calon pelamar bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah terkait
  8. Calon pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) Instansi dan 1 (satu) formasi jabatan yang ada tanpa terkecuali.

Berita Persiapan Pengadaan CPNS 2021

Alasan seleksi CPNS tahun 2020 tidak dibuka karena adanya penundaan tahapan ujian yang berkaitan dengan seleksi CPNS 2019 yang prosesnya memakan waktu cukup lama. Selain itu, hal ini juga disebabkan karena adanya pandemi Covid-19. Pemerintah meminta untuk tidak membuka lowongan CPNS 2020 untuk fokus menangani Covid-19, serta fokus untuk menuntaskan CPNS 2019 terlebih dahulu yang memakan waktu sekitar satu tahun lebih.

Menjelang pembukaan lowongan CPNS 2021, terdapat kabar di bulan Mei 2021 bahwa lowongan yang dibuka oleh pemerintah pusat diperkirakan merupakan lowongan yang paling banyak selama CPNS diselenggarakan, jika dibandingkan dengan lowongan CPNS sebelumnya. Sekitar 1,3 juta formasi yang akan dibuka dan dibagi ke dalam dua bagian yaitu formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Instansi pemerintah pusat menyatakan bahwa membutuhkan sekitar 83.369 orang untuk memenuhi kebutuhan pegawai. Maka dari itu, kekosongan tersebut nantinya akan dipenuhi dan diisi oleh PNS dan PPPK.

Lowongan yang paling dibutuhkan oleh pemerintah pusat yaitu dosen dan penjaga tahanan. Selain itu, tenaga penyuluhan KB dan analis perkara peradilan dan pemeriksaan juga turut serta menjadi yang paling dibutuhkan.

Lalu instansi di daerah membutuhkan CPNS kurang lebih 1.191.178 orang. Dari banyaknya kebutuhan pegawai tersebut, nantinya akan dibagikan ke dalam rincian yang telah ditetapkan, yaitu lowongan guru PKKK dibutuhkan sebanyak 1.002.611 orang, PPPK non guru sebanyak 70.008 orang, dan CPNS sebanyak 119.094 orang.

Terlihat bahwa lowongan guru sangat dibutuhkan pada CPNS 2021 nanti. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tenaga pendidikan khususnya guru di seluruh daerah. Oleh karena itu, seleksi CPNS 2021 digunakan sebagai peluang untuk mencari guru yang termasuk pada tenaga honorer.

Tetapi, dari satu juta orang yang dibutuhkan dan telah disebutkan diatas, rencana penetapannya hanya sekitar 741.551 ASN. Jumlah tersebut lumayan jauh dari jumlah perkiraan yang dibutuhkan. Dengan jumlah sebanyak itu pula, nantinya akan dibagi menjadi 69.684 orang untuk pemerintah pusat dan 671.867 orang untuk pemerintah daerah.

Dari perkiraan jumlah ASN yang terdiri sebanyak 69.684 orang untuk pemerintah pusat akan dibagi menjadi 61.129 orang ke dalam 56 kementerian atau lembaga, lalu sisanya sebanyak 8.555 akan dibagi ke 8 sekolah kedinasan.

Sementara untuk 671.867 orang lainnya yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, nantinya akan dibagi menjadi 565.633 orang untuk guru PPPK, 21.517 orang untuk non-guru PPPK, dan 84.663 orang untuk CPNS.

Semua jumlah yang telah disebutkan diatas merupakan hasil dari usulan 588 instansi dan sebanyak 539 instansi telah mengusulkan dokumen terkait ASN yang dibutuhkan. Lalu 49 instansi sudah mengusulkan hal yang sama, tetapi sedang mempersiapkan dokumen usulan tersebut juga. Dan sisanya sebanyak 32 instansi tidak mengusulkan mengenai kebutuhan ASN yang diperlukan.

Mengenai jadwal seleksi CPNS 2021, dimulai dengan pendaftaran sekolah Pendidikan dinas yang dijadwalkan bulan Mei 2021, dilanjut dengan PPPK guru, PPPK non-guru, dan CPNS sekitar bulan Mei-Juni 2021.

Informasi terbaru tentang CPNS 2021 diawali dengan membahas banyaknya formasi yang akan tersedia, serta seluruh kepastiannya akan diumumkan kembali dibulan April 2021 atau awal hingga pertengahan bulan Mei 2021.

Berita Bukaan CPNS 2021 yang Direncanakan

Kemenpan telah melansir bahwa di tahun 2021 ada bukaan CPNS di bulan Mei, nah bagaimana cara daftar dan perkembangan informasi lebih lanjut simak info selanjutnya disini.

Warta berita baik online maupun offline tentang rekrutmen cpns tahun ini cukup mengemuka dan sempat mencuri perhatian khalayak dunia maya. Terbukti kata kunci pencarian di Google tentang CPNS 2021 sempat naik tajam. Pada tahun 2019 pemerintah sempat membuka rekrutmen CPNS tapi hanya untuk beberapa pos kementerian. Gelombang pertama digunakan untuk mengisi pos di Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM).

Kemudian gelombang selanjutnya (kedua) untuk Kementerian dan Lembaga yang telah mengajukan permohonan kekurangan tenaga PNS selain KemenkumHAM di pusat maupun daerah. Tahun 2021, pemerintah akan kembali membuka perekrutan CPNS untuk pemerintah daerah. Lowongan yang dibukan pun lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Kabar baik terbaru, pendaftar CPNS yang gagal pada 2019 masih mengikuti rekrutmen di tahun ini.

Fokus perencanaan dan rekrutmen dalam CPNS 2021 diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa, dengan prioritas pada bidang pelayanan dasar yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Perekrutan CPNS di Daerah

Kabar gembira bagi para pencari kerja yang ingin mendarma baktikan skill nya pada Negara. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB)akan membuka lowongan di CPNS 2021.

Tahapan seleksi penerimaan calon ASN/CPNS tahun 2021 akan dimulai dari tahapan penerimaan CPNS 2019 selesai dilantik. Beliau mengatakan, pembukaan CPNS daerah dilakukan setelah lembaga vertikal atau pusat telah merampungkan pelaksanaan CPNS yang digelar baru-baru ini. Menurut informasi dari BKN, tahap penerimaan CPNS 2019 diperkirakan selesai pada awal tahun 2021. Namun menteri PanRB belum memastikan apakah CPNS 2021 pada tahap ini (khusus daerah) digelar serentak atau terpisah.

Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS Tahun 2021 terdiri dari Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude), Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, Olahragawan Berprestasi Internasional, serta Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS. Selanjutnya simak Cara mendaftar CPNS di SSCN BKN 2021.

Berkas yang disiapkan

Untuk persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Teknis pendaftarannya dilakukan serentak secara daring/online oleh Panitia Seleksi Nasional yang secara teknis dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara melalui portal pendaftaran daring/online (sscn.bkn.go.id). Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan.

Ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, SKD, dan SKB. Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, pelamar harus lolos seleksi administrasi. SKD merupakan salah satu tahapan setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2021 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Berkas administrasi yang disiapkan tidak jauh berbeda dengan berkas-berkas pendaftaran calon pegawai negeri sipil di tahun 2019. Yaitu :
1. Fotokopi KTP,
2. Fotokopi ijazah terakhir (sarjana) dan transkrip nilai yang telah dilegalisir,
3. Surat keterangan akreditasi dari BAN PT (Optional).
4. Pas foto terbaru ukuran 4cm x 6cm sebanyak 4 lembar dengan latar belakang merah Khusus untuk formasi tamatan SLTA/sederajat dan D-III, berkas ini yang diperlukan:
• Materai Rp 6.000,
• Fotokopi KTP
• Fotokopi ijazah/STTB
• Fotokopi ijazah SD
• Fotokopi ijazah SLTP
• Fotokopi ijazah SLTA

Tahapan seleksi penerimaan CPNS 2021

Merujuk pada tahun lalu, yaitu tahun 2019, jumlah tahapan penerimaan cpns juga sama. Yaitu melalui dua tahap. cek Tahapan Seleksi CPNS 2021.

Penerimaan CPNS Tahap 1

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung masih membuka penerimaan CPNS. Jumlah yang direkrut pada tahun 2017 kemarin termasuk untuk mengakomodasi putra-putri lulusan terbaik (cumlaude), putra-putri Papua dan Papua Barat, serta dari jalur umum. Kuota CPNS untuk Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) memiliki jabatan sebanyak-banyaknya pada penjaga lapas, dan analis keimigrasian. Untuk pekerjaan dibidang analisa imigrasi, dibutuhkan sarjana dari beberapa jurusan.

Antara lain Ekonomi, Akuntansi, Komunikasi, Teknik Informatika, Teknik Komputer, Hukum, Sosial Politik, dan Bahasa Asing. Selain Kemenkumham, Mahkamah Agung juga membuka lowongan CPNS gelombang I untuk hakim dan hakim agung.

Penerimaan CPNS Tahap 2

Pada seleksi penerimaan CPNS tahap dua ini, para peserta yang jumlahnya ratusan hingga ribuan memperebutkan formasi CPNS yang tersedia di 60 kementerian.

cek info CPNS Kemenkumham 2021.

Bagikan :
Back to top