SSCN BKN

Bukan Web Resmi SSCN BKN

(Sscasn 2023) Teladan Instrumen Supervisi Akademik Kurikulum Merdeka Jenjang Sd Smp Sma Smk

Contoh Instrumen Supervisi Akademik Kurikulum Merdeka Jenjang SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas SMK

Contoh Instrumen Supervisi Akademik Kurikulum Merdeka Jenjang SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan (SSCASN 2023) Contoh Instrumen Supervisi Akademik Kurikulum Merdeka Jenjang SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas SMK



Kata supervisi diambil dari bahasa Inggris yakni supervision yang artinya pengawasan bidang pendidikan, sedang penduduknya yang melakukan kesibukan supervisi disebut supervisor. Ditinjau dari morfologisnya/asal bahasanya kata supervisi berasal dari dua kata yakni super artinya atas atau tinggi atau lebih, dan kata visi yang artinya lihat, tilik, atau awasi, dalam sisi semantik hal ini tergantung seseorang yang mendefinisikannya. Berikut paparan dari para ahlinya: a. Menurut Kimball Willes (dikutip dalam Nana Sudjana) menyebutkan selaku rancangan supervisi modern: Supervision is assistance in the development of better teaching learning situasion, bahwa supervisi akademik merupakan sebuah kesibukan sumbangan dalam pengembangan suasana berguru mengajar biar mendapatkan kondisi yang lebih baik.

Bantuan supervisi akademik tersebut merupakan kesibukan proses pelayanan, seminar oleh pengawas/supervisor untuk memfasilitasi dan menolong guru dalam memperbaiki untuk mengembangkan motivasi kerja serta profesionalisme guru. Kegiatan supervisi akademik yang dijalankan dengan memperbaiki proses pembelajaran oleh guru mata pelajaran dengan cara menggunakan sistem pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, enak, menggembirakan bangga dan berbobot, serta dengan mengajar, menggunakan alat, media pembelajaran yang berbasis teknologi.

supervisi akademik intinya merupakan bab dari kajian bidang supervisi, sehingga sebelum menuju pada devinisi supervisi akademik maka kita mesti mengenali apa itu supervsisi secara umum. Banyak sekali devinisi yang dikemukakan oleh para jago mengenai apa itu supervisi, secara etimologi kata supervisi diambil dari bahasa Inggris yakni Supervision yang artinya pengawasan dibidang pendidikan, sedangkan orang yang melakukan kesibukan supervsisi disebut dengan supervisor. Sedangkan jikalau ditinjau dari sisi morfologisnya kata supervisi bersal dari dua kata, yakni super memiliki arti atas, lebih dan visi memiliki arti lihat, tilik, awasi.

Kegiatan supervisi merupakan pengawasan pendidikan yang berhubungan dengan seluruh kesibukan pembelajaran baik yang bermitra dengan antisipasi mengajar maupun yang bermitra dengan pelaksanaannya serta berhubungan juga dengan penilaian atau penilaian sehabis melakukan pengajaran yang dijalankan oleh petugas yang berwenang yang lazim disebut dengan supervisor atau pengawas. Menurut Syaiful Sagala, supervisi akademik sama tujuannya dengan rancangan supervisi pendidikan (educational supervision) sering disebut pula selaku instructional supervision atau instructional leadership, yang menjadi fokusnya pada hal ini merupakan membantu, menilai, memperbaiki, mengembangkan dan menyebarkan mutu pembelajaran yang dijalankan guru lewat pendekatan panduan dan konsultasi dalam kesibukan berguru dan mengajar.

Menurut Good Carter, supervisi akademik merupakan jerih payah dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas yang lain dalam memperbaiki pembelajaran, tergolong menstimulasi, memilih karier/jabatandan pertumbuhan guru-guru, merevisi tujuan pendidikan, materi pembelajaran, dan sistem serta penilaian pembelajaran. 

Sedangkan menurut Harold P. Adams dan Frans C. Dickey, supervisi merupakan upaya yang dijalankan oleh para petugas pendidikan biar pendidik atau sumber berguru yang disupervisi sanggup mengembangkan proses kesibukan berguru mengajar, menyebarkan profesi pendidikan, memutuskan dan merevisi tujuan dan komponen-komponen pendidikan. Supervisi akademik berisikan kata supervisi dan akademik, kata akademik artinya pembelajaran atau mata pelajaran, sedang supervisi sanggup diartikan selaku pengawasan, supervisi akademik merupakan bab dari kajian bidang supervisi pendidikan.

tujuan dan fungsi supervisi akademik¸ prinsip-prinsip dalam supervisi akademik, pendekatan dan teknis supervisi akademik. Menurut Glickman (1981), supervisi akademik berniat biar tercapainya tujuan pembelajaran yang dijadwalkan bagi murit-muritnya. Neagley (1980) menyatakan supervisi akademik diinginkan sanggup mengembangkan mutu akademik guru. Sergiovanni (1987) menyatakan setidak ada tiga tujuan supervisi akademik yaitu:

Lihat juga :  Biaya Bayar Dana Ukt Ongkos Stkip Al Maksum Langkat 2022-2023-2024

Baca Juga: Contoh Rencana Program Supervisi Dan Perangkat

                  Supervisi Kepala Sekolah

1.   supervisi akademik diselenggarakan dengan maksut menolong guru menyebarkan kesanggupan profesionalnya dalam mengerti akademik, kehidupan kelas, menyebarkan kemampuan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya lewat teknik-teknik tertentu.

2.   supervisi akademik diselenggarakan dengan maksut untuk memonitor kegiaan berguru mengajar di sekolah. Kegiatan monitor bisa dijalankan dengan melakukan kunjungan kepala sekolah ke kelas-kelas disaat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, kawan sejawatnya maupun dengan murit-muritnya.

3.   supervisi akademik diselenggarakan untuk mendorong guru menerapkan kmampuannya dalam melakukan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru menyebarkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru biar ia memiliki perhatian yang betul-betul (commitement) terhadap kiprah dan tanggung jawabnya.

Menurut Alfonso, Firth, dan Neville (1981) supervisi akademik yang bagus merupakan supervisi yang dapat berfungsi meraih multitujuan tersebut di atas. Tidak ada kesuksesan bagi supervisi akademik jikalau cuma memerhatikan salah satu tujuan tertentu dengan mengesampingkan tujuan lainnya. Hanya dengan merefleksi ketiga tujuan inilah supervisi akademik akan berfungsi merubah sikap mengajar guru. Pada gilirannya nanti pergeseran sikap guru ke arah yang lebih bermutu akan membuat sikap berguru murid yang lebih baik.                                     

Sedangkan untuk fungsinya, supervisi akademik mempunyai fungsi yang sungguh penting yaitu:

1.   Penelitian (research), untuk mendapatkan citra yang terang dan objektif tentang suatu-situasi pendidikan.

2.   Penilaian (evaluation), lebih menekankan pada faktor positif ketimbang negatif.

3.   Perbaikan (improvement), sanggup mengenali bagaimana suasana pendidikan/pengajaran kebanyakan dan suasana berguru mengajarnya.

4.   Pembinaan, berupa panduan (guidance) kearah seminar diri yang disupervisi.

Lalu apa prinsip dalam supervisi akademik? Prinsip-prinsip supervisi akademik terbaru yang mesti direalisasikan pada setiap proses supervisi akademik di sekolah-sekolah sebagaimana saran Tahalele dan Indrafachrudi (1975), yakni selaku berikut:

a.   Supervisi akademik mesti bisa bikin hubungan kemanusiaan yang harmonis, bersifat terbuka, kesetiakawanan, dan informal. Hubungan demikian ini bukan saja antara supervisor dengan guru, melainkan juga antara supervisor dengan pihak lain yang terkait dengan jadwal supervisi akademik.

b.   Supervisi akademik mesti dijalankan secara berkesinambungan. Supervisi akademik bukan kiprah bersifat sambilan yang cuma dijalankan sewaktu-waktu jikalau ada kesempatan. Apabila guru sudah sukses menyebarkan dirinya tidaklah memiliki arti selesailah kiprah supervisor, melainkan mesti tetap dibina secara berkesinambungan. Hal ini logis, mengingat problema proses pembelajaran senantiasa timbul dan berkembang.

c.   Supervisi akademik mesti demokratis. Supervisor dihentikan mendominasi pelaksanaan supervisi akademiknya. Titik tekan supervisi akademik yang demokratis, aktif dan kooperatif. Supervisor mesti melibatkan secara aktif guru yang dibinanya. Tanggung jawab perbaikan jadwal akademik bukan cuma pada supervisor melainkan juga pada guru. Karena itu, jadwal supervisi akademik semestinya direncanakan, dikembangkan dan dilaksanakan bareng secara kooperatif dengan guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang terkait di bawah kerjasama supervisor.

d.   Program supervisi akademik mesti integral dengan jadwal pendidikan secara keseluruhan. Dalam upaya perwujudan prinsip ini diinginkan hubungan yang bagus dan serasi antara supervisor dengan semua pihak pelaksana jadwal pendidikan.

Lihat juga :  Biaya Bayar Dana Ukt Ongkos Kuliah Stikes Rumah Sakit Anwar Medika 2022-2023-2024

e.   Supervisi akademik mesti komprehensif. Program supervisi akademik mesti meliputi keseluruhan faktor pengembangan akademik, meskipun mungkin saja ada penitikberatan pada aspek-aspek tertentu menurut hasil analisis keperluan pengembangan akademik sebelumnya.

f.    Supervisi akademik mesti konstruktif. Supervisi akademik bukanlah untuk mencari kesalahan-kesalahan guru, melainkan untuk menyebarkan pertumbuhan dan kreativitas guru dalam mengerti dan memecahkan problem-problem akademik yang dihadapi. Dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi, kesuksesan jadwal supervisi akademik mesti obyektif menurut keperluan positif pengembangan profesional guru.

Adapun ruang lingkup dari kesibukan supervisi akademik yang mesti diketahui oleh para supervisor biar terarah dan tidak salah objek dalam pengkajiannya antara lain meliputi: a) Pelaksanaan kurikulum yang berlaku; b) Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran oleh guru; c) Pencapaian Standar kompetensi lulusan (SKL), Standar proses, Standar isi, dan peraturan pelaksanaannya; d) Peningkatan mutu pembelajaran lewat pengembangan versi kesibukan pembelajaran, kiprah serta penerima didik dalam proses pembelajaran secara aktif, kreatif, demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreatifitas dan dialogis.

Pendekatan yang dipakai dalam menerapkan supervisi sering didasarkan pada prinsip-prinsip psikologis. Suatu pendekatan supervisi sungguh bergantung pada prototype guru. Paradigma ini dikemukakan oleh Glickmn dalam Saahertian (2008). Secara teoristis terdapat beberapa pendekatan yang sanggup dipakai oleh supervisor dalam melakukan kesibukan supervisi akademik antara lain:

a. Pendekatan pribadi (direct Appoarch)

Merupakan pendekatan terhadap permasalahan yang bersifat langsung. Supervisor menampilkan kode secara pribadi terhadap kepala sekolah dan guru-guru yang disupervisi sehingga sikap supervisor lebih dominan. Pendekatan ini berdasar pada pemahamn psikologi behaviorisme yang intinya setiap perbuatan berasal dari refleks, yakni respon terhadap rangsangan atau stimulus. Sehingga guru yang mengalami kelemahan mesti diberi stimulus biar bisa bereaksi lebih aktif dalam pembelajaran. Seorang supervisor dalam pendekatan ini sanggup menggunakan penguatan (reinforcement) atau eksekusi (punishment). Supervisor mengenali permasalahan yang dimiliki kepala sekolah dan guru lewat kesibukan pengamatan dan intervew dengan sikap menjelaskan, menyajikan, mengarahkan, memberi contoh, menerapkan tolok ukur, dan memberi penguatan.

b. Pendekatan tidak pribadi (Non- direct Appoarch)

Merupakan pendekatan terhadap permasalahn yang sifatnya tidak langsung. Supervisor memberi peluang sebanyak-banyaknya terhadap kepala sekolah dan guru untuk mengemukakan duduk kendala yang mereka alami. Pendekatan ini didasarkan pada pengertian psikologi humanistik yang prinsipnya menyatakan bahwa orang yang mau dibantu itu sungguh dihargai. Perilaku supervisor dalam pendekatan ini yakni mendengarkan, menampilkan penguatan, menjelaskan, menyajikan, dan memecahkan masalah, dan hal ini akan dijalankan secara berkesinambungan.

c. Pendekatan kolaboratif (Colaborative Appoarch)

Merupakan pendekatan yang dipadukan antara pendekatan direktif dan non-direktif. Pada pendekatan ini supervisor dan kepala sekolah, guru-guru, dan staf sekolah gotong royong dan bersepakat untuk menetapkan struktur, proses, dan persyaratan dalam melakukan proses percakapan terhadap duduk kendala yang dihadapi. Pendekatan ini didasarkan pada psikologi kognitif yang pada prinsipnyamenyatakan bahwa berguru merupakan hasil paduan kesibukan individu dengan lingkungan, yang pada gilirannya nanti akan besar lengan berkuasa dalam pembentukan acara individu. Dengan demikian pendekatan ini menghubungkan dua arah, yakni atas ke bawah (top down) dan bawah ke atas (bottom up). Untuk sikap supervisornya yakni menyajikan,

Bagaimana teknik supervisi akademik ? Ada majemuk teknik supervisi akademik dalam upaya seminar guru. Dalam hal ini meliputi konferensi staf, kunjungan supervisi, buletin profesional, perpustakaan profesional, laboratorium kurikulum, penilaian guru, demonstrasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, pengambangan isyarat pembelajaran, darmawisata, lokakarya, kunjungan antarkelas, bacaan profesional, dan survei masyarakat-sekolah. Sedangkan menurut Gwyn, teknik-teknik supervisi itu dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu. teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok

Lihat juga :  (Sscasn 2023) Download Tema Dan Logo Hari Santri 2022

a. Teknik Supervisi Individual

Teknik-teknik supervisi yang dikelompokkan selaku teknik individual meliputi: kunjungan kelas, pengamatan kelas, konferensi individual, kunjungan antarkelas, dan menganggap diri sendiri. Berikut ini diterangkan pengertian-pengertian dasarnya secara singkat satu persatu.

1) Kunjungan Kelas

Merupakan teknik seminar guru oleh kepala sekolah, pengawas, dan pembina yang lain dalam rangka memperhatikan pelaksanaan proses berguru mengajar sehingga mendapatkan data yang diinginkan dalam rangka seminar guru.

2) Observasi Kelas

Secara sederhana bisa diartikan menyaksikan dan memperhatikan secara teliti terhadap tanda-tanda yang nampak. Observasi kelas merupakan teknik pengamatan yang dijalankan oleh supervisor terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Secara umum, aspek-aspek yang diperhatikan selama proses pembelajaran yang sedang berjalan adalah:

a) usaha-usaha dan acara guru-siswa dalam proses pembelajaran

b) cara penggunaan media Pembelajaran

c) reaksi mental para siswa dalam proses berguru mengajar

d) kondisi media Pembelajaran yang dipakai dari sisi materialnya.

3) Pertemuan Individual

Pertemuan individual merupakan satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar anggapan antara pembina atau supervisor guru, guru dengan guru, mengenai jerih payah mengembangkan kesanggupan profesional guru. Dalam percakapan individual ini supervisor mesti berupaya menyebarkan segi-segi positif guru, mendorong guru menanggulangi kesulitan-kesulitannya, dan menampilkan pengarahan, hal-hal yang masih mencurigai sehingga terjadi perjanjian rancangan tentang suasana pembelajaran yang sedang dihadapi.

4) Kunjungan Antar Kelas

Kunjungan antar kelas sanggup juga digolongkan selaku teknik supervisi secara perorangan. Guru dari yang satu berkunjung ke kelas yang lain dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Dengan adanya kunjungan antarkelas ini, guru akan mendapatkan pengalaman gres dari kawan sejawatnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan kelas, dan sebagainya.

5) Menilai Diri Sendiri

Menilai diri sendiri merupakan satu teknik individual dalam supervisi pendidikan. Penilaian diri sendiri merupakan satu teknik pengembangan profesional guru. Penilaian diri sendiri menampilkan informasi secara obyektif terhadap guru tentang peranannya di kelas dan menampilkan peluang terhadap guru mempelajari sistem pembelajaran. Menilai diri sendiri merupakan kiprah yang tidak mudah bagi guru. Untuk mengukur kesanggupan mengajarnya, di samping menganggap murid-muridnya, juga menganggap dirinya sendiri.

b. Teknik Supervisi Kelompok

Menurut Gwynn, ada tiga belas teknik supervisi kelompok, yang mesti dikatahui oleh seorang supervisor selaku berikut: 1) Kepanitiaan-kepanitiaan; 2) Kerja kelompok; 3) Laboratorium kurikulum; 4) Baca terpimpin; 5) Demonstrasi pembelajaran; 6) Darmawisata; 7) Kuliah/studi; 8) Diskusi panel; 9) Perpustakaan jabatan; 10) Organisasi professional; 11) Buletin supervise; 12) Pertemuan guru; 13) Lokakarya atau konferensi kelompok; 14. FGD

Untuk Bapak/Ibu kepala sekolah dan atau pengawas sekolah berikut ini Contoh Instrumen Supervisi Akademik Kurikulum Merdeka Jenjang SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan dalam format PDF DISINI

Sekian Informasi tentang Contoh Instrumen Supervisi Akademik Kurikulum Merdeka Jenjang SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Semoga berfaedah bagi bapak ibu sekalian

 

 

 

Bagikan :

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi SSCASN, Pendaftaran CPNS dan PPPK 2022 hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID.

Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2022 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS).

Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan.

SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam sehat, terima kasih.

Back to top