Pilihan Formasi CPNS Agar Auto Lulus Gak Pake Tapi di Seleksi SSCASN 2021/2022

Pilihan Formasi CPNS Agar Auto Lulus Gak Pake Tapi di Seleksi SSCASN 2021/2022. Apa Saja formasinya?

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi CASN, silahkan kunjungi SSCASN.BKN.GO.ID. Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2021 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS). Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan. SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam cerdas, terima kasih.

Penerimaan pegawai negeri sipil akan diadakan pada pertengahan tahun 2021 ini. Meski belum diberitahukan secara pasti kapan rangkaian penerimaan pegawai negeri sipil tersebut akan dibuka, namun antusias masyarakat untuk menyiapkan diri menyambut pembukaan kesempatan kerja berskala nasional ini sudah terasa sejak akhir tahun 2020 silam.

Pemerintah Indonesia rencananya akan membuka 1,2 juta formasi jabatan yang tersebar di Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Belum ada informasi lebih lanjut apa saja formasi yang akan disediakan pada tahun 2021 ini, namun tidak ada salahnya untuk napak tilas ke periode tes CPNS sebelumnya untuk mengetahui apa saja formasi jabatan yang sepi peminat.

Siapkan Berkas, Pendaftaran CPNS dan PPPK 30 Juni – 21 Juli Pukul 23.59 Serentak di SSCASN BKN 2021/2022 (Lihat Selengkapnya).

Pendaftaran CPNS Resmi dibuka mulai 30 Juni 2021, Pendaftaran hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID

Namun bila ingin info terbaru seputar seleksi CPNS silahkan cek di https://www.sscnbkn.win/ sedangkan info pendaftaran PPPK buka SSP3K.

Cek juga Info Penting mengenai Syarat dan Cara Pendaftaran CPNS 2021 berdasarkan rilis terbaru.

Mau tahu? Yuk, simak informasi di bawah ini!

Formasi Jabatan CPNS yang Sepi Peminat

Ada beberapa faktor mengapa beberapa formasi jabatan dalam tes CPNS sepi peminat atau tidak dapat mencapai kuota yang diinginkan. Pertama, para pelamar tidak mengerti betul informasi rinci dari formasi jabatan tersebut atau tidak mengetahui bahwa formasi jabatan tersebut dibuka.

Alasan kedua, kualifikasi pendidikan yang ternyata berbeda dengan yang ada di lapangan. Beberapa kualifikasi pendidikan tidak dapat dipenuhi oleh para pelamar sehingga mereka ‘terbuang’ pada seleksi administrasi atau pada seleksi awal.

Untuk menutupi kekosongan formasi jabatan ini, biasanya pemerintah dan panitia penyelenggara akan mengambil beberapa pelamar guna mengisi kekosongan. Pengisian ini melihat dari kualifikasi pendidikan apakah calon pelamar tersebut dinyatakan layak untuk memenuhi formasi jabatan, serta apakah pelamar tersebut melamar pada instansi yang sama.

Cara kedua, pemerintah dan panitia penyelenggara akan melihat calon pelamar dengan kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan formasi jabatan namun dari instansi yang berbeda. Jika tidak dapat memenuhi kuota, hal ini akan berdampak pada kinerja pemerintah secara keseluruhan dimana terdapat beberapa visi dan misi yang tidak dapat dipenuhi dan menyebabkan lambatnya perkembangan.

Lalu, apa saja formasi jabatan yang sepi peminat?

Dilansir dari catatan Badan Kepegawaian Negara (BKN), berikut formasi CPNS tahun 2020 yang sepi peminat:
Asisten Ahli – Dosen Bahasa Jawa Kuno: 0 pelamar
Asisten Ahli – Dosen Bahasa Mandarin: 0
Asisen Ahli – Dosen Bahasa Pali: 0
Asisten Ahli – Dosen Audit Perbankan Syariah: 0
Asisten Ahli – Dosen Diksi: 0
Asisten Ahli – Dosen Dharma Wacana Hindu: 0
Asisten Ahli – Dosen Bermain dan Permainan RA/PAUD: 0
Asisten Ahli – Dosen Arkeologi: 0
Masinis III Kapal Kelas I: 0
Pengelola Kelistrikan Perkeretaapian: 0

Di sisi lain, berikut adalah instansi yang paling sedikit memiliki jumlah pelamar pada seleksi CPNS tahun 2020 silam. Antara lain:

Pemerintah Kabupaten Maluku Barat daya: 142 pelamar
Setjen Komnas HAM: 87
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme: 79
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila: 47
Kementerian Riset dan Teknologi: 20

Sebelumnya, santer terdengar kabar bahwa rangkaian seleksi pegawai negeri sipil dan PPPK tahun 2021 akan dilaksanakan pada 31 Mei 2021. Namun, secara resmi Badan Kepegawaian Nasional melalui media sosial Instagram menegaskan bahwa masih belum ada jadwal resmi kapan prosesi seleksi calon aparatur sipil negara tahun 2021 akan dimulai.

Hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa formasi jabatan yang masih belum ditetapkan oleh Menteri dan juga masih banyak usulan revisi agar prosesi seleksi CPNS dan PPPK dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

Masyarakat dihimbau untuk menantikan kabar resmi dari pemerintah dan Badan Kepegawaian Negara perihal jadwal resmi tes CPNS dan PPPK untuk menghindari penipuan yang dapat merugikan banyak pihak nantinya.

Pendaftaran CPNS dan Ketentuan Umum

Proses pendaftaran CPNS dan PPPK menggunakan sistem satu pintu, atau hanya menggunakan portal website resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Negeri Sipil atau SSCASN yang dapat diakses melalui link sscasn.go.id.

Adapun ketentuan umum yang harus diperhatikan masyarakat sebelum mendaftar tes CPNS tahun 2021 adalah sebagai berikut:

Melamar CPNS, batas minimal usia untuk mendaftar adalah 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Kecuali untuk beberapa jabatan yang dapat dilamar dengan maksimal usia 40 tahun. Seperti Dokter dan Dokter Gigi dengan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis; Dosen, Peneliti dan Perekayasa dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 atau Doktor.
Calon pelamar sehat jasmani dan rohani, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan formasi jabatan atau instansi yang dituju.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah di Indonesia tanpa terkecuali, atau negara lain yang telah ditentukan oleh instansi terkait.
Calon pelamar tidak pernah dipidana dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun atau lebih
Calon pelamar tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat sebagai PNS, anggota Polri, prajurit TNI, maupun sebagai pegawai swasta.
Calon pelamar tidak berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil, anggota PNS, anggota Polri atau prajurit TNI.
Tidak terlibat dalam politik praktis ataupun bergabung dan menjadi anggota partai politik.
Calon pelamar mempunyai latar belakang pendidikan sesuai dengan kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan atau instansi pemerintah yang dituju.
Calon pelamar hanya bisa mendaftar pada satu instansi dan satu formasi jabatan, kecuali diperbolehkan dalam proses seleksi atau tes oleh panitia penyelenggara.

Selain ketentuan umum yang telah dijelaskan di atas, calon pelamar juga harus memenuhi beberapa berkas utama dan pendukung sesuai dengan kebijakan pendaftaran dan kebijakan dari instansi formasi jabatan yang dituju.

Berkas utama tersebut antara lain:

Kartu Keluarga dalam bentuk scan atau fotokopi
Kartu Tanda Penduduk (Asli) dalam bentuk scan atau fotokopi
Ijazah dalam bentuk scan atau fotokopi
Transkrip Nilai
Pas foto dan swafoto

Beberapa instansi pemerintah membutuhkan dokumen lain sebagai persyaratan yang juga harus dipenuhi oleh calon pelamar. Antara lain:

Sertifikat mahir Bahasa Inggris, biasanya instansi pemerintah memberlakukan sertifikat dari beberapa jenis tes Bahasa Inggris dengan skor kelulusan yang berbeda. Seperti IELTS, TOEFL, dan lain-lain.
SKCK yang masih berlaku dalam bentuk scan atau fotokopi
Surat Keterangan Sehat dari rumah sakit atau Puskesmas untuk beberapa formasi jabatan dan formasi khusus
Sertifikat Pendidik untuk PPPK Guru
Surat keterangan yang ditandatangani oleh posisi tertentu untuk beberapa keahlian dan formasi jabatan
dan lain sebagainya.

Banyak pelamar yang tidak lolos dalam verifikasi berkas administrasi akibat melewatkan beberapa dokumen penting. Maka dari itu, calon pelamar diharapkan mengumpulkan berkas sesuai dengan formasi jabatan dan persyaratan yang diajukan oleh instansi yang dituju.

Selain itu, calon pelamar diharapkan lebih teliti dalam menginput atau memasukkan rincian data diri saat mendaftar dikarenakan banyak calon pelamar yang gugur sejak awal rangkaian tes akibat tidak mencantumkan data diri dengan baik dan benar sesuai dengan berkas dokumen sebagai bukti.

Bagikan :
Back to top