Segera, Pengumuman CPNS 2021/2022 Rilis Jadwal Formasi di Sscasn.bkn.go.id

Segera, Pengumuman CPNS 2021/2022 Rilis Jadwal Formasi di Sscasn.bkn.go.id ~ Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, pengumuman formasi yang paling ditunggu update rilis di link resmi sscasn.bkn.go.id dalam seleksi CPNS 2021, simak informasi terbaru di bawah ini.

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi CASN, silahkan kunjungi SSCASN.BKN.GO.ID. Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2021 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS). Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan. SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam cerdas, terima kasih.

Update terbaru mengenai CPNS 2021/2022

Kebijakan Menpan mengenai pengadaan CPNS 2021 sudah terbit pada Senin, 14 Juni 2021. Sedangkan diundangkannya tangggal 7 Juni 2021, simak pembahasan mengenai Permenpan Nomor 27, 28 dan 29 tahun 2021 tersebut di Link Pendaftaran CPNS 2021.

Siapkan Berkas, Pendaftaran CPNS dan PPPK 30 Juni – 21 Juli Pukul 23.59 Serentak di SSCASN BKN 2021/2022 (Lihat Selengkapnya).

Pendaftaran CPNS Resmi dibuka mulai 30 Juni 2021, Pendaftaran hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID

Namun bila ingin info terbaru seputar seleksi CPNS silahkan cek di https://www.sscnbkn.win/ sedangkan info pendaftaran PPPK buka SSP3K.

Cek juga Info Penting mengenai Syarat dan Cara Pendaftaran CPNS 2021 berdasarkan rilis terbaru.

Waspada Calo Menjelang Seleksi CPNS 2021/2022

Proses pencarian Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2021 akan dilakukan melalui 3 jalur pendaftaran, yaitu melalui Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan sekolah kedinasan.

Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan bahwa pendaftaran pencarian ASN tahun 2021 harus diundur. Awalnya pendaftaran direncanakan akan berlangsung pada Mei 2021, tetapi telah diundur sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.

Alasan utama dari diundurnya pendaftaran CPNS 2021 yaitu terdapat beberapa peraturan yang belum ditetapkan, serta beberapa instansi masih dalam tahapan mengubah formasi untuk pelaksanaan CPNS 2021.

Meskipun pendaftaran CPNS 2021 diundur, BKN telah mempersiapkan banyak hal untuk proses pencarian ASN. BKN membuat beberapa fitur baru dalam antisipasi menghadapi pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti adanya praktik calo yang sering melakukan kecurangan dalam tahap seleksi CPNS.

Fitur yang telah disiapkan oleh BKN seperti adanya fitur face recognition yang akan digunakan ketika melaksanakan ujian untuk mengidentifikasi identitas dari peserta agar lebih akurat. BKN mengatakan bahwa seleksi CPNS 2021 dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, dimulai dari pendaftaran yang dilakukan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) hingga tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Selain itu, seleksi CPNS serta seleksi P3K dan sekolah kedinasan akan dilakukan pada satu portal, yaitu di Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola oleh BKN. Hal ini dilakukan untuk membantu para calon peserta CPNS agar lebih mudah dalam melaksanakan proses pendaftaran dan tahapan seleksi ASN.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menghimbau untuk calon pelamar CPNS 2021 agar tidak mempercayai pihak yang menawarkan akan meluluskan peserta dalam tahap seleksi CPNS tanpa melalui tahapan tes dengan membayar sejumlah uang tertentu.

Diketahui setiap pelaksanaan seleksi CPNS di tahun sebelumnya, selalu terdapat praktik calo. Biasanya sebagian dari calo yang menawarkan penawaran palsu untuk meloloskan peserta dalam seleksi CPNS merupakan bagian dari mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika terdapat ASN yang menjalankan praktik calo, maka akan diberikan sanksi berupa pemecatan secara tidak hormat dari jabatan mereka.

Selain menghindari pihak yang menawarkan tawaran meluluskan tanpa tes, hal lain yang dapat dilakukan untuk menghindari praktik calo yaitu harus mencari informasi dan pengumuman yang valid dan resmi dari sumber terpercaya, terutama dari media sosial Kempan RB atau BKN secara rutin. Selain media sosial, informasi mengenai CPNS atau pendaftaran ASN dapat diakses lebih banyak dan lengkap di portal resmi SSCASN.

Jika terdapat surat atau informasi yang biasanya beredar di media sosial dengan mengatasnamakan pejabat BKN atau Kempan RB, harap periksa surat atau informasi tersebut lebih teliti di media sosial atau website resmi BKN atau Kempan RB. Jika surat atau informasi resmi dari BKN atau Kempan RB, maka akan terlihat pemberitahuannya.

Setelah melakukan penundaan seleksi CPNS pada tahun 2020 akibat adanya pandemi covid 19, nampaknya terjadi peningkatan dalam kebutuhan ASN. Sekilas informasi terkait kebutuhan ASN di tahun 2021 secara nasional mencapai 1.304.485 formasi. Dengan jumlah sebanyak itu, terbagi untuk kebutuhan pusat dan daerah. Diketahui kebutuhan pusat mencapai 83.669 formasi, sedangkan kebutuhan daerah mencapai 1.221.816 formasi.

Kabar terbaru Pengadaan CPNS 2021

Rencana sebelumnya bukaan CPNS yang akan diadakan pendaftaran mulai 31 Mei ternyata mengalami penundaan, lihat 2 alasan ditundanya pendaftaran CPNS 2021 disini.

Menurut rencana awal, jadwal pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 termasuk menjadi guru akan dibuka mulai 31 Mei.

Penundaan jadwal pendaftaran CPNS atau CASN dan PPPK 2021 diungkapkan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan melalui akun Twitter-nya.

“Tgl 31 Mei 2021 penerimaan #CPNS2021 #P3K2021 BELUM DIBUKA. Masih banyak persiapan yg dilakukan oleh Panselnas. Pada saatnya, @BKNgoid akan menyampaikan pada publik. Semua spekulasi dibuang jauh2. Jangan habiskan energi unt hal2 tak berdasar. Apalagi sekadar menghimpun AdSense.” Demikian kicauan Ridwan melalui akun Twitter @abiridwan2173.

Sampai berita ini diturunkan, Kami belum mendapatkan keterangan langsung dari Ridwan dan pejabat BKN lain untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Awalnya, jadwal pendaftaran calon PPPK dan CPNS 2021 termasuk untuk guru sudah dirilis oleh pemerintah yakni pada 31 Mei. Bagi yang ingin mendaftar diminta untuk mengakses laman resmi yang dibangun pemerintah yaitu https://sscasn.bkn.go.id/.

Rangkaian Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2021 Sebelumnya

Masyarakat menyambut antusias kabar penerimaan calon pegawai negeri sipil di tahun 2021 ini. Di tengah susahnya mencari kerja akibat pandemi COVID-19 sejak awal 2020 lalu, pemerintah Indonesia membuka kesempatan kerja untuk para tenaga kerja Indonesia yang masih belum mendapat kesempatan berkarier dalam dunia kerja.

Sejak akhir tahun 2020 silam, pemerintah telah mengumumkan Tes CPNS dan PPPK untuk periode 2021, dimana dikabarkan akan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Desember 2021. Baru-baru ini, pemerintah telah mengumumkan rangkaian jadwal prosesi penerimaan pegawai negeri sipil dan PPPK Guru maupun Non-Guru dengan total 1.3 juta kursi yang disediakan dalam berbagai formasi jabatan. Angka tersebut tersebar dalam kebutuhan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2021

  1. Pengumuman Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2021

Pengumuman mengenai seleksi pegawai negeri sipil dan PPPK Guru maupun Non-Guru akan dilaksanakan pada periode tanggal 30 Mei hingga 13 Juni 2021. Di periode ini, pemerintah akan mengumumkan lebih rinci mengenai formasi jabatan dan instansi pemerintah mana saja yang membutuhkan sumber daya manusia baru melalui seleksi CPNS dan PPPK.

Di periode ini juga, calon peserta diberi kesempatan untuk mengumpulkan dan melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam mendaftar. Dokumen tersebut antara lain:

a. CPNS

Untuk dokumen administrasi calon pegawai negeri sipil, terdapat beberapa berkas resmi yang harus dilengkapi sebagai syarat utama, antara lain:

  • Kartu Keluarga (KK) dalam bentuk scan dan fotokopi
  • Scan KTP asli
  • Pas foto dan swafoto calon pelamar
  • Ijazah asli dalam bentuk scan dan fotokopi
  • Transkrip nilai dalam bentuk scan dan fotokopi

Selain dokumen pokok tersebut, calon pelamar juga akan diminta memenuhi dokumen pendukung yang disesuaikan dengan syarat dari masing-masing formasi jabatan dan instansi yang dituju. Berkas tersebut antara lain Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah, Sertifikat IELTS, TOEFL ataupun EAP, SKCK, dan lain sebagainya.

b. PPPK

PPPK Guru dan Non-Guru juga memiliki beberapa dokumen pokok yang harus disertakan saat pendaftaran. Antara lain:

Tenaga Pendidik (Guru)

  • Ijazah dan Transkrip nilai S1 atau DIV
  • Surat pernyataan bersedia ditempatkan di sekolah negeri kabupaten, kota atau provinsi sesuai dengan wilayah tempat mengajar dan berdasarkan pada peta kebutuhan guru saat ini
  • Surat penugasan dari Kepala Sekolah atau Kepala Dinas yang menyatakan calon pelamar masih aktif mengajar, memuat informasi minimal NUPTK atau PIK, nama, tempat dan tanggal lahir, nama sekolah, mata pelajaran yang diampu, serta kabupaten, kota atau provinsi

Tenaga Penyuluh Pertanian

  • THL-TB Penyuluh Pertanian

Tenaga Kesehatan

  • Surat Tanda Registrasi atau STR
  1. Pendaftaran Seleksi

Proses pendaftaran dijadwalkan mulai tanggal 31 Mei hingga 21 Juni 2021 nanti. Pendaftaran ini dilakukan oleh calon pelamar ditujukan ke masing-masing formassi jabatan serta menjadi proses pemenuhan syarat dari instansi terkait. Seperti kelengkapan berkas dan dokumen pokok serta pendukung.

  1. Seleksi Administrasi dan Pengumuman Hasil

Di tahap ini, akan dilakukan pada tanggal 1 Juni hingga 30 Juni 2021. Proses verifikasi data administrasi calon pelamar akan dilakukan secara daring atau online melalui situs website sscn.bkn.go.id untuk menghindari kontak langsung selama pandemi.

Tahap ini merupakan langkah awal dari serangkaian tahapan lolos uji CPNS. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pelamar agar lolos verifikasi berkas. Antara lain:

  • Jangan sampai salah input nomor KTP
  • Tulis nama sesuai dengan yang tertera di KTP
  • Memperhatikan batasan usia, yakni minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun
  • Kualifikasi pendidikan harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan formasi jabatan yang dituju
  • Menulis nomor ijazah dengan lengkap dan benar
  • Tanggal ijazah ditulis dengan lengkap dan benar
  1. Masa Sanggah

Proses ini dilakukan dari 1 Juli hingga 11 Juli 2021, dimana bergantung pada instansi yang berkaitan. Disini, calon pelamar dapat mengajukan sanggahan jika merasa terdapat kejanggalan hasil seleksi administrasi di tempat mendaftarkan diri. Namun, masa sanggah tidak dapat digunakan untuk menyanggah ketidak lolosan calon peserta.

  1. Pelaksanaan SKD CPNS (CAT BKN)

Dilakukan bulan Juli hingga September 2021. Proses ini merupakan Seleksi Kompetensi Dasar calon pegawai negeri sipil yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara atau BKN. Disini, tes dilaksanakan sepenuhnya berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT).

Calon pelamar dapat melakukan simulasi tes dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri di cat.bkn.go.id secara gratis. Perlu diperhatikan bahwa pendaftaran diberi kuota terbatas, yakni 2500 kuota per harinya. Calon pelamar dapat mengisikan nama lengkap, email, password, konfirmasi password, tanggal lahir, jenis kelamin dan verifikasi captcha saat melakukan pendaftaran.

  1. Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru (CAT BKN)

Seleksi ini dilaksanakan dengan basis komputer atau Computer Assisted Test (CAT). Posisi ini terbuka untuk formasi umum, formasi umum dan khusus penyandang disabilitas, formasi khusus lulusan terbaik dan putra/putri Papua dan Papua Barat. Seleksi ini akan dilaksanakan setelah SKD CPNS di masing-masing lokasi atau daerah.

  1. Seleksi Kompetensi Guru (CBT Kemendikbud)

Seleksi ini dijadwalkan dengan tiga tahap tes. Yakni tes 1 yang dilaksanakan pada Agustus 2021, tes 2 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2021 dan tes 3 pada Desember 2021. Tes kompetensi guru ini terdiri dari kompetensi manajerial, kompetensi teknis dan sosiokultural untuk menilai kecakapan calon pelamar dalam mengemban tugas sebagai tenaga didik atau guru di Indonesia.

  1. Pelaksanaan SKB CPNS

Tes SKB atau Seleksi Kemampuan Bidang ini akan dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2021 mendatang. Terdapat beberapa susunan tes untuk masing-masing formasi. Seperti untuk Formasi Umum terdapat Tes Substantif Bidang, Psikotes, Tes Fisik, Tes Keterampilan dan Tes Wawancara. Sedangkan untuk Formasi Guru, terdapat empat jenis tes. Yakni Tes Kompetensi Sosial, Tes Kompetensi Kepribadian, Tes Kompetensi Pedagogik dan Tes Kompetensi Profesional.

  1. Pengumuman Akhir dan Masa Sanggah

Pengumuman rencananya akan dilaksanakan pada bulan November 2021. Di tahap ini, calon pelamar akan menerima hasil dari rangkaian tes seleksi yang telah dijalankan dan akan ditentukan apakah calon pelamar layak mengisi kekosongan formasi jabatan yang ditawarkan. Di tahap ini juga calon peserta dapat melakukan sanggahan seperti pada masa sanggah sebelumnya, yakni untuk melihat kesesuaian data yang dimiliki dengan data yang dicantumkan pada database pengumuman. Jika dinilai tidak sesuai, maka calon pelamar dapat melakukan sanggahan ke instansi terkait.

  1. Penetapan NIP CPNS atau Nomor Induk PPPK

Tahap ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2021 mendatang. Disini, para calon pegawai negeri sipil dan PPPK Guru maupun Non-Guru akan diberi nomor induk sebagai nomor identitas yang setara dengan NIK pada kartu tanda pengenal yang kita miliki.

Berikut kami akan update kabar terkini mengenai bukaan CPNS 2021 untuk menjawab rasa penasaran kita semua yang berniat akan melamar menjadi peserta tes CPNS 2021.

Lalu apa kabar yang paling baru saat ini?

Ada update mengenai jumlah formasi yang akan dibuka di daerah, Menurut Kemenpan total yang akan dibuka adalah 637.243 formasi atau jabatan ASN di daerah.

Menpan-RB menjelaskan bahwa jumlah tersebut adalah formasi untuk CPNS provinsi dan kabupaten atau kota. Jumlah tersebut bukanlah total seluruh jika digabungkan dengan PPPK dan bukaan untuk Pemerintah pusat.

Adapun rincian yang akan dibuka meliputi :

  1. Jumlah provinsi yang membuka CPNS 2021 : 23 provinsi.
  2. Jumlah seluruh formasi untuk semua provinsi diatas adalah 126.342 formasi.
  3. Jumlah tersebut terdiri dari 115.393 formasi guru, dan 10.949 non guru.

Berikut rincian untuk bukaan CPNS di Kabupaten/Kota tahun 2021 :

  1. Ada 387 daerah (Kota/Kabupaten)
  2. Jumlah formasinya ada 510.901 formasi.
  3. Rincian formasi adalah 414.756 untuk guru, dan 96.145 untuk non-guru.

Lowongan Non-Guru lainnya akan dibuka melalui jalur PPPK Non-Guru namun hingga kini proses penetapan rincian belum dipublish, bocorannya dari Menpan bahwa dipastikan untuk PPPK Non-Guru jumlahnya masih relatif kecil.

Selanjutnya adalah mengenai rencana Jadwal CPNS 2021 terbaru :

  1. CPNS dan PPPK Non-Guru mulai melakukan pendaftaran pada Mei-Juni.
  2. Untuk jadwal proses seleksi CPNS dan PPPK Non-Guru pada Juli-Oktober.
  3. Rencana pengumuman kelulusan di November 2021.
  4. Jadwal pemberkasan dan penetapan NIP diselenggarakan November-Januari 2022.

Kabar update selanjutnya mengenai tahapan yang sedang berlangsung saat ini yakni masih dalam proses finalisasi alias belum disahkan. Kunjungi Link Pendaftaran CPNS 2021.

Dikarenakan bukaan CPNS secara resmi akan segera dibuka maka alangkah baiknya kami berikan beberapa tips yang mudah-mudah bisa bermanfaat, antara lain.

  1. Rutin latihan mengerjakan soal-soal CPNS
  2. Mencermati dan menguasai kisi-kisi dan materi CPNS
  3. Cek rutin dan terus berita update Seleksi CPNS
  4. Biasakan Teliti dalam mengerjakan apapun.
  5. Memahami cara memanfaatkan waktu pengerjaan.
  6. Tetap tenang dan fokus.
  7. Kenali kondisi lokasi tes CPNS.
  8. Doa yang banyak juga mintalah restu orangtua

Pada tahun 2020, penerimaan CPNS ditiadakan karena pandemi Covid-19. Untuk itu di tahun 2021 ini, seleksi CPNS akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Cara Memeriksa Formasi CPNS Tahun 2021

Penetapan kebutuhan atau formasi dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini seleksi CASN dilakukan secara paralel dan memiliki komposisi formasi yang berbeda. Secara keseluruhan, lowongan CASN tahun 2021 adalah sekitar 1,3 juta formasi, dengan formasi paling besar dipegang oleh formasi guru PPPK. Pemerintah tahun ini melaksanakan 1 Juta Formasi untuk guru PPPK, 189 ribu formasi untuk CPNS dan PPPK non guru di instansi Pemerintah Daerah, serta 83 ribu sisanya adalah formasi untuk CPNS dan PPPK di instansi Pemerintah Pusat.

Link Resmi Pendaftaran Calon ASN

Seleksi CASN 2021 nantinya akan dilaksanakan melalui portal pendaftaran utama bernama SSCASN atau Sistem Seleksi Calon ASN yang dapat diakses di sscasn.bkn.go.id. Portal ini akan terintegrasi dan menjadi pintu pendaftaran awal untuk 3 jenis seleksi, yaitu:
a. pendaftaran CPNS memalui SSCN (https://sscn.bkn.go.id)
b. pendaftaran ke Sekolah Kedinasan melalui SSCN DIKDIN (https://dikdin.bkn.go.id/)
c. pendaftaran PPPK melalui SSP3K (https://ssp3k.bkn.go.id/)

Proses pendaftaran, pengunggahan berkas, serta pemeriksaan formasi akan dilaksanakan di portal-portal tersebut, Oleh karena itu, sebaiknya pelamar sudah mengetahui seleksi mana yang akan diikuti karena masing-masing proses seleksi memiliki portal yang berbeda.

Walaupun demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan jadwal pasti mengenai pembukaan pendaftaran sehingga portal SSCASN belum dapat digunakan sepenuhnya.

Cek Lowongan Formasi CPNS 2021

Mengenai formasi CPNS tahun 2021, pelamar dapat mengetahui waktu pembukaan pendaftaran dan jenis formasi yang tersedia sesuai instansi melalui Pengumuman Instansi. Pengumuman Instansi nantinya akan dilampirkan secara resmi oleh pemerintah melalui tab ‘Info Lowongan’ di kolom ‘Layanan Informasi’ pada halaman SSCASN.

Sebagai gambaran, berikut tahapan yang diperlukan pelamar dalam memilih formasi dengan merujuk pada alur pendaftaran tahun sebelumnya:

  1. Calon pelamar akan dimintai kelengkapan nomor KTP, Nomor Induk Kepegawaian, atau nomor Kartu Keluarga/NIK kepala keluarga untuk membuat akun pendaftaran
  2. Setelah itu, calon pelamar akan diminta mengunggah swafoto dengan menunjukkan Kartu Informasi Akun dan KTP sesuai ketentuan (tipe jpeg/jpg, ukuran maksimal 200 Kb)
  3. Calon pelamar melengkapi biodata diri yang terdiri dari tanggal lahir, alamat domisili, status perkawinan, nomor telepon, agama, hingga akun media sosial
  4. Kemudian barulah calon pelamar dapat melakukan pengisian formasi dengan memilih instansi dan jenis formasi yang sesuai dengan yang dibuka oleh instansi

Sebelum membuat akun pendaftaran, ada baiknya calon pelamar telah menyiapkan berkas-berkas persyaratan yang akan digunakan. Tidak hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga, calon pelamar juga akan dimintai berkas ijazah, transkrip nilai, pas foto, serta berkas-berkas pendukung lain sesuai dengan ketentuan instansi dan formasi yang dipilih.

Panitia Seleksi ASN Nasional atau Panselnas saat ini masih melakukan koordinasi lanjutan mengenai pengawasan dan pelaksanaan seleksi ASN 2021 agar dapat dikondisikan dengan protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19. Ujian seleksi bagi CPNS, Sekolah Kedinasan, dan PPPK non guru sendiri dipastikan akan dilaksanakan secara daring menggunakan sitem CAT-BKN, sedangkan ujian seleksi formasi 1 Juta Guru PPPK akan menggunakan UNBK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Calon pelamar juga dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui portal resmi Kementerian PANRB, BKN, serta SSCASN untuk memperoleh informasi terbaru mengenai pembukaan pendaftaran seleksi calon ASN tahun 2021.

Informasi mengenai CPNS 2021 akan segera diinformasikan pada bulan Mei 2021. Bagi calon peserta seleksi CPNS 2021 dari sekarang dapat mempersiapkan diri sebelum mengikuti seleksi CPNS 2021 tersebut. Informasi lebih lengkapnya simak kisi-kisi materi CPNS 2021 berikut ini.

KISI-KISI SOAL SELEKSI KOMPETENSI DASAR CPNS 2021

Pendaftaran penerimaan CPNS tahun 2021 diperkirakan akan mulai dibuka mulai bulan Mei 2021 dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan CAT atau Computer Assisted Test. Pelamar tidak hanya mulai menyiapkan berkas pendaftaran, tapi juga mulai bersiap menghadapi ujian SKD lebih awal.

SKD sendiri akan terdiri dari tiga jenis tes yang diujikan, yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Untuk memudahkan calon peserta ujian, berikut penjabaran kisi-kisi soal SKD dengan kompetensi dasar, jumlah soal, dan passing grade untuk masing-masing tes:

Kisi-Kisi Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

TKP terdiri dari 35 butir soal, dengan bobot nilai menggunakan skala 1 – 5 dan jika dikosongkan bernilai 0. Skor passing grade untuk TKP adalah sebesar 126
Kompetensi Dasar TKP:

  1. Pelayanan Publik
    Kemampuan berperilaku ramah-tamah dalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenangnya
  2. Jejaring Kerja
    Kemampuan membina hubungan kerja sama, membagi informasi, dan berkolaborasi secara efektif
  3. Sosial Budaya
    Kemampuan beradaptasi dan bekerjasama dalam masyarakat majemuk
  4. Profesionalisme
    Kemampuan melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatannya
  5. Teknologi
    Kemampuan memanfaatkan teknologi dan informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja.

Kisi-Kisi Tes Intelegensia Umum (TIU)

TIU terdiri dari 35 butir soal dengan bobot penilaian 0 jika salah dan 5 jika menjawab benar. Skor passing grade yang dibutukan adalah 80.

Kompetensi Dasar dan Materi TIU

Penalaran Verbal
Kemampuan menyampaikan informasi baik secara lisan maupun tulisan. Materi di dalamnya termasuk:
a. Analogi : membandingkan 2 konsep kata dengan hubungan tertentu
b. Silogisme : menarik kesimpulan dari 2 pernyataan
c. Analitis : menganalisis informasi dan menarik kesimpulan

Penalaran Numerikal
Kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan dari angka-angka yang diberikan. Materinya terdiri dari:
a. Hitungan sederhana, aritmetika, pengukuran
b. Deret angka : melihat pola hubungan dari angka-angka
c. Perbandingan kuantitatif : menarik kesimpulan dari 2 data kuantitatif
d. Soal cerita : menganalisis secara kuantitatif dari informasi yang diberikan

Penalaran Figural
Kemampuan melakukan penalaran secara runtuk dan sistematik. Terdiri dari:
a. Analogi : membandingkan 2 konsep gambar dengan hubungan tertentu
b. Ketidaksamaan : melihat perbedaan dari gambar-gambar acak
c. Serial : melihat hubungan dari gambar-gambar acak

Kisi-Kisi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

TWK terdiri dari 30 butir soal dengan bobot penilaian seperti TIU, yaitu 0 jika menjawab salah dan 5 jika menjawab benar. Skor passing grade untuk TWK adalah sebesar 65.

Materi TWK

Nasionalisme
Kemampuan mewujudkan kepentingan nasional dengan tetap mempertahankan identitas nasional

Bela Negara
Kemampuan berperan aktif dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara

Pilar Negara
Kemampuan membentuk karakteristik positif melalui pemahaman nilai-nilai dalam Pancasila, UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika

Integritas
Kemampuan menunjukkan sifat yang menjunjung kejujuran dan tanggung jawab

Bahasa Indonesia
Kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaraPengetahuan mengenai HAM, sistem tata negara, sejarah nasional, hingga hubungan politik luar negeri

Kisi-kisi tes SKB CPNS :

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB)
Peraturan instansi yang dilamar
Relevansi atau kaitan dengan latar belakang studi
Soal-soal yang ditanyakan instansi

Simak Passing Grade Ujian Seleksi CPNS 2021

Seleksi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi CPNS dan PPPK tahun 2021 akan segera dibuka. Diperkirakan ujian seleksi CPNS 2021 dilaksanakan sekitar bulai Mei 2021.

Ujian Seleksi CPNS direncanakan kembali menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT-BKN sebagai sarana pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021. SKD tahun ini terdiri dari 3 (tiga) jenis tes yang akan diujikan, yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TKW).

Jumlah soal SKD keseluruhan adalah sebanyak 100, terdiri dari soal TKP sebanyak 35 butir soal, soal TIU sebanyak 35 butir soal, dan soal TWK sebanyak 30 butir soal. Mengenai sistem penilaian SKD sendiri, penilaian untuk materi TKP yaitu apabila menjawab nilai terendahnya 1 dan nilai tertinggi 5 dan apalabila tidak menjawab nilainya 0. Sementara untuk TIU dan TWK jika menjawab benar nilainya 5 dan apabila menjawab salah/tidak menjawab nilainya 0.

Sebagai pendaftar CPNS, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah mengenai Passing Grade atau nilai ambang batas pada sistem penilaian karena berpengaruh besar pada diterima atau tidaknya calon peserta seleksi CPNS.
Apa itu nilai ambang batas?

Dikutip dari Permipan Nomor 24 Tahun 2019, Passing Grade atau nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Berikut besar skor passing grade yang dibutuhkan peserta seleksi bagi tiap-tiap jenis tes:
Tes Karakteristik Pribadi (TKP) = 126
Tes Intelegensia Umum (TIU) = 80
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) = 65

Passing Grade untuk Formasi Khusus

Namun demikian, perlu diketahui bahwa passing grade di atas dikecualikan bagi peserta yang mendaftar ke dalam Formasi Khusus. Formasi Khusus sendiri terdiri dari (1) putra putri lulusan berpredikat Cum Laude atau “Dengan Pujian”, (2) penyandang Disabilitas, (3) putra putri dari Papua dan Papua Barat, dan (4) Diaspora atau lulusan luar negeri.

Berikut penjelasan mengenai passing grade bagi Formasi Khusus:
⦁ Lulusan Cum Laude dan Diaspora
Nilai passing grade kumulatif SKD paling rendah 271 dengan nilai TIU paling rendah 85
⦁ Penyandang Disabilitas
Nilai passing grade kumulatif SKD sebesar 260 dengan nilai TIU paling rendah 70
⦁ Putra Putri Papua dan Papua Barat
Nilai passing grade kumulatif SKD sebesar 260 dengan TIU paling rendah sebesar 60

Adapula sebutan Formasi Khusus Tenaga Pengamanan Siber atau Cyber Security, namun passing grade Tenaga Pengamanan Siber tetap disamakan dengan passing grade sebelumnya tanpa pengecualian, atau di luar 4 Formasi Khusus di atas (TKP 126, TIU 80, TKW 65).

Passing Grade untuk Jabatan Lainnya

Pengecualian skor passing grade juga dimiliki oleh beberapa formasi jabatan berikut, yaitu:
⦁ Formasi Jabatan Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dokter, Dokter Gigi, dan Instruktur Penerbang
Nilai kumulatif SKD paling rendah 271 dengan nilai TIU paling rendah 80
⦁ Formasi Jabatan Rescuer, Bosun, Jenang Kapal, Juru Mesin Kapal, Juru Minyak Kapal, Juru Mudi Kapal, Kelasi, Kerani, Oiler, Nahkoda, Mualim Kapal, Kepala Kamar Mesin Kapal, Masinis Kapal, Mandor Mesin Kapal, Juru Masak Kapal, dan Pengamat Gunung Api
Nilai kumulatif SKD paling rendah 260 dengan nilai TIU paling rendah 70

Tips Belajar Ujian CPNS dengan Otididak

Pendaftaran CPNS 2021 akan dibuka sebentar lagi! Tidak ada salahnya kita mencuri start dan menyiapkan diri untuk ujian sejak dini.

Sebagai informasi awal, BKN akan tetap melaksakan ujian seleksi CPNS tahun 2021 menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test secara daring dikarenakan masa pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021 sendiri akan dilaksanakan dengan 3 jenis tes, yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Belajar untuk ujian CPNS bisa jadi menakutkan bagi pendaftar karena banyaknya materi yang harus dipelajari. Namun sebenarnya ada banyak cara untuk belajar soal CPNS dengan mudah, bahkan dapat dilakukan secara mandiri.
Salah satunya adalah dengan belajar melalui Youtube.

Ada banyak kanal atau channel Youtube yang membahas soal CPNS, membagikan tips dan pengalamannya, bahkan menyediakan simulasi ujian real-time. Namun, banyaknya konten justru dapat membuat kita bingung menetukan mana yang mau kita pilih.

Oleh sebab itu, berikut tips dan trik dalam memilih channel untuk belajar soal CPNS secara otodidak melalui Youtube:

  1. Tentukan prioritas belajar
    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, akan ada 3 jenis tes yang diujikan dalam SKD, yaitu TKP, TIU, DAN TWK. Oleh sebab itu, tentukan prioritas belajar sesuai dengan kemampuan diri saat ini. Mana ujian yang terasa paling sulit bagi kita? Misal kita merasa sulit mengerjakan soal-soal TIU, maka prioritaskan untuk belajar soal-soal TIU terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan kedua tes lainnya.
    Kita juga bisa menyimak kisi-kisi soal SKD terlebih dahulu agar mengetahui bobot soal dan ujian mana yang sekiranya paling berat. Pastikan pilihan prioritas ini sesuai dengan kemampuan diri sendiri, ya!
  2. Buat playlist khusus CPNS
    Agar memudahkan saat melakukan pencarian, simpan video-video pembahasan yang akan ditonton dalam satu playlist. Hal ini tidak hanya membuat waktu memilih video lebih ringkas, tapi juga membuat kita fokus dan tidak terdistraksi dengan video-video lain yang tidak relevan.
  3. Pilih video dengan pembahasan lengkap
    Pilihlah video pembahasan soal yang tidak hanya memberikan jawaban benar, tapi juga memberikan tahapan untuk memperoleh jawaban tersebut. Jangan sampai kita hanya mengetahui jawaban, tapi tidak tahu cara mengerjakannya. Ulangi pembahasan jika dirasa masih membingungkan.
    Jika sudah merasa makin mahir, cobalah video yang menawarkan simulasi ujian real-time, yaitu simulasi ujian CPNS dengan menampilkan waktu yang tersisa selama mengerjakan soal.
  4. Pause! Coba kerjakan sendiri
    Agar terbiasa mengerjakan sendiri, cobalah untuk menjawab soal sebelum jawaban dan caranya dibahas di video. Setelah menjawab sendiri, barulah simak jawaban yang benar serta penjelasannya. Jika jawaban kita salah, kita bisa mengevaluasi dimana letak kesalahan alur pikir kita sebelumnya.
  5. Simak pengalaman peserta sebelumnya
    Selain video pembahasan soal, tidak ada salahnya menyimak video pengalaman peserta ujian CPNS sebelumnya. Terkadang kita bisa memperoleh tips dan trik untuk menghadapi ujian CPNS seperti cara manajemen waktu, strategi agar tidak cemas sebelum ujian, atau bahkan kesiapan sarana dan koneksi internet agar tidak ada kendala.
    Jangan lupa, pengalaman adalah guru terbaik!
Bagikan :
Back to top