Orientasi Tahap Ii Cpns Kemenkumham Ta. 2021/2022

 Setelah selesai mengikuti orientasi di Art Centre Orientasi Tahap II CPNS Kemenkumham TA.  2021/2022
Orientasi CPNS tahap II

Orientasi CPNS Kemenkumham Tahap II– Setelah selesai mengikuti orientasi di Art Centre, perjalanan masih panjang, selaku ASN yang digadangkan untuk menjadi tonggak permulaan pembaharuan institusi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, maka kami para CPNS dididik lagi untuk mengetahui lebih dalam mengenai teknis pemasyarakatan.

Pendidikan ini disebut selaku orientasi tahap II dengan selama 6 hari dengan 1 hari bahan di lapangan dan 5 hari bahan di dalam kelas. 

Hari pertama diisi dengan bela diri pemasyarakatan yang bertempat di Lapangan Puputan Renon Denpasar, sejauh ini belum ada bela diri khusus pemasyarakatan, tetapi instruktur mengisinya dengan dasar-dasar bela diri, yakni mengenai teknik dasar kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan dan pelumpuhan.

Pada hari yang serupa dan wilayah yang sama, kami dilatih baris berbaris mengingat Polisi Khusus Pemasyarakatan merupakan Pegawai Negeri Sipil tetapi semi militer. Materi ini berjulukan penanaman nilai disiplin dan samapta. 

Penekanan mengenai arahan etik dan arahan prilaku adala tata cara menghormati senoir, atasan dan masyarakat. Mengubah pradigma ASN yang dahulu selaku raja sekarang merupakan selaku pramusaji masyarakat, alasannya merupakan pendapatan yang diterima oleh ASN berasal dari duit rakyat. Penanaman tata nilai dan arahan etik tersebut dibutuhkan sanggup memperbaiki gambaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dimata publik.

Materi yang tidak kalah penting yang dibahas pada hari ke 3 yakni Pencegahan dari tindak kriminal korupsi. Kementerian Hukum dan HAM bermaksud serius merapikan institusinya lewat CPNS TA 2021/2022 dengan rekrutmen permulaan secara higienis dan transparan begitu pula ketika melakukan pekerjaan nanti selaku pramusaji penduduk yang bebas dari pungli dan tindak kriminal korupsi. Dengan permulaan yang bersih, otomatis tidak ada anggapan lagi untuk menghimpun pundi-pundi rupiah untuk melunasi duit yang dikeluarkan untuk mencari dan menjadi PNS. 


Hari ke 4 merupakan pembahasan teknis mengenai metode pemasyarakatan dan tupoksi pengamanan. Mengenai metode pemasyarakatan merupakan transisi dari metode kepenjaraan yang dulu. Sistem kepenjaraan lebih ganas dan dinilai tidak mengakhiri permasalahan sehabis narapidana keluar dari penjara. Sistem kepenjaraan bersifat menghukum tetapi dirasa berlainan dengan metode aturan yang ada di Indonesia, maka metode kepenjaraan diganti dengan metode pemasyarakatan ( training dan pengayoman) biar nantinya Warga Binaan Pemsayarakatan ( Narapidana dan tahanan) sanggup diterima kembali oleh penduduk dengan baik sehabis selesai menjalani kehidupannya di Lapas/Rutan. Warga Binaan Pemasyarakatan juga menjadi lebih bermanfaat, sadar dan bahkan memiliki kemandirian dalam berwira jerih payah sehabis keluar dari Lapas/Rutan.

Tupoksi pengawalan merupakan teknik-teknik pengawalan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan baik yang berada di dalam terali besi maupun diluar terali besi. Pengamanan ketika Warga Binaan Pemasyarakatan sakit. Pemberian bahan mengenai SOP Pengamanan biar selamat dalam melaksanakan kiprah selaku Penjaga Tahanan tergolong bagaimana cara menyidik hadirin dan barang yang masuk dari dan keluar Lapas/Rutan. 

Teknik komunikasi dan dasar intelejen untuk pemasyarakatatan merupakan berkhasiat untuk menjalin kekerabatan dengan Warga Binaan Pemasyarakatan dan sanggup menggali isu mengenai kondisi didalam dan diluar Lapas/Rutan. 

Teknik komunikasi juga membahas mengenai tata kesopanan dalam bermitra dengan para Warga Binaan pemasyarakatan, alasannya merupakan bagaimanapun juga mereka tetap selaku insan yang memiliki hak asasi, kami selaku penegak Hak Asasi Manusia wajib memperlakukan Warga Binaan Pemasyarakatan dengan baik. 

Hal penting yang lain yang perlu sekali diamati dan dicegah merupakan Narkoba dan Zat adiktif lainnya. Bagimanapun narkoba merupakan perusak insan secara perlahan, maka dari itu perlu cara-cara khusus untuk mengatasi masuknya narkoba kedalam Lapas/Rutan. Berhubungan dengan tata cara pengawalan dan investigasi sanggup di diaplikasikan untuk menghambat masuknya barang terlarang tersebut. 

Hari ke 6 diisi dengan bahan mengenai Hukum dan Hak Asasi Manusia. Materi ini lebih mengarah ke hal teknis mengenai Hak Asasi Warga Binaan. Meskipun mereka hidup dibalik jeruji besi, tetapi hak mereka untuk hidup, beribadat sesuai dengan keyakinannya, hak untuk mendapat isu dan hak untuk berpolitik wajib tetap diberikan.

Tiba saatnya hari terakhir orientasi tahap II, diisi dengan foto bareng dan saling berjabat tangan selaku salam perpisahan alasannya merupakan akan diperintahkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) masing-masing sesuai dengan yang tercantum pada SK masing-masing CPNS. 


Bagikan :