Login Akun SSCN 2021/2022

Login Akun SSCN 2021/2022 ~ Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 akan dilakukan secara online di satu situs resmi yang dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pelamar dapat login akun di SSCN dengan web portal sscasn.bkn.go.id.

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi CASN, silahkan kunjungi SSCASN.BKN.GO.ID. Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2021 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS). Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan. SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam cerdas, terima kasih.

Dikarenakan pendaftaran seleksi CPNS melalui jalur sekolah kedinasan sudah dibuka pada tanggal 09 April 2021 lalu, situs resmi SSCN sudah diaktifkan oleh pemerintah. Terdapat beberapa hal yang harus diketahui sebelum membuat akun SSCN untuk mengikuti seleksi CPNS 2021.

Ketika pelamar akan login ke akun SSCN, terdapat 3 pilihan yang berbeda, antara lain: Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikhususkan untuk CPNS, DIKDIN untuk sekolah kedinasan, dan SSCN P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang dikhususkan untuk seleksi PPPK atau P3K.

Siapkan Berkas, Pendaftaran CPNS dan PPPK 30 Juni – 21 Juli Pukul 23.59 Serentak di SSCASN BKN 2021/2022 (Lihat Selengkapnya).

Pendaftaran CPNS Resmi dibuka mulai 30 Juni 2021, Pendaftaran hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID

Namun bila ingin info terbaru seputar seleksi CPNS silahkan cek di https://www.sscnbkn.win/ sedangkan info pendaftaran PPPK buka SSP3K.

Cek juga Info Penting mengenai Syarat dan Cara Pendaftaran CPNS 2021 berdasarkan rilis terbaru.

Setelah mengetahui perbedaannya, pelamar dapat memilih sesuai keinginan. Lalu akan dilanjut dengan membuat akun di SSCN. Cara membuat akun dibutuhkan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Induk Kependudukan kepala keluarga. Seluruh data harus sudah terdaftar di Dukcapil secara resmi.

Dokumen identitas diri seperti KTP atau KK harus memiliki format JPG dan ukurannya sekitar 200 kb. Dokumen lainnya yang harus disiapkan yaitu ijazah dengan format PDF dan ukurannya 800 kb, transkip nilai yang memiliki format PDF dan ukurannya 500 kb, pas foto dengan format JPG dan ukurannya 200 kb, surat lamaran dengan format PDF dan ukurannya 300 kb, dan dokumen lainnya yang dibutuhkan oleh setiap instansi.

Dokumen lainnya berdasarkan ketentuan instansi masing-masing, biasanya setiap instansi memiliki ketentuan yang berbeda. Tetapi, dokumen lainnya biasanya merujuk ke dokumen seperti surat keterangan akreditasi jurusan, surat keterangan kesehatan, dan TOEFL yang masih aktif dan belum kadaluwarsa.

Jika semuanya data sudah valid dan sudah disiapkan, maka pelamar dapat melanjutkan ke tahap pendaftaran dengan mengakses laman resmi CPNS 2021. Diawali dengan memilih SSCASN BKN, lalu pilih pendaftaran akun. Kemudian, pelamar dapat melanjutkan dengan mengunggah data-data yang dibutuhkan. Setelah selesai, maka pelamar resmi menjadi peserta seleksi CPNS tahun 2021.

Lalu pelamar dapat login ke akun yang sudah terdaftar sebelumnya menggunakan NIK dan password. Langkah selanjutnya, pelamar dapat mengisi biodata dengan lengkap dan melengkapi data-data lainnya. Jika semua sudah selesai, jangan lupa untuk mencetak kartu pendaftaran. Lalu, pelamar dapat menunggu sampai pengumuman seleksi administrasi. Jika lulus seleksi administrasi, maka dapat melanjutkan ke tahap tes seleksi ujian.

Tes seleksi ujian merupakan salah satu tahapan untuk menjadi CPNS secara resmi dengan proses yang cukup panjang. Jika pelamar lolos dari seleksi administrasi, peserta akan mengkuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang menggunanan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan terdapat 3 jenis tes dalam pelaksanaan SKD, yaitu dimulai dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dilanjut dengan Tes Intelegensia Umum (TIU), dan diakhiri dengan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Setelah melalui ujian SKD dan berhasil lolos, maka akan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang meliputi Tes Potensi Akademik, Tes Praktik Kerja, Tes Bahasa Asing, Tes Fisik, dan Psikotes.

Lalu akan dilaksanakan integrasi nilai dari bobot SKD dan SKB. Setelah proses integrasi nilai selesai, peserta akan memeriksa status kelulusannya. Jika dinyatakan lulus, maka akan lanjut ke mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan untuk tahap terakhir, yaitu tahap pemberkasan.

Bagikan :
Back to top