Jurusan CPNS yang Dibutuhkan 2021/2022 Guru dan Tenaga Kesehatan

Jurusan CPNS yang Dibutuhkan 2021/2022 Guru dan Tenaga Kesehatan ~ Dalam melakukan seleksi Aparatur Sipil Negara, terdapat 3 golongan yang telah disediakan yaitu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan sekolah kedinasan. Setiap golongan seleksi yang tersedia, nantinya akan mendaftar di satu portal resmi yaitu sscasn.bkn.go.id.

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi CASN, silahkan kunjungi SSCASN.BKN.GO.ID. Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2021 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS). Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan. SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam cerdas, terima kasih.

Di dalam portal resmi tersebut, nantinya terdapat 3 pilihan yang disesuaikan oleh golongan masing-masing, seperti CPNS dapat mengakses ke sscn.bkn.go.id, Sekolah Kedinasan mengakses ke dikdin.bkn.go.id, dan P3K 2021/2022 dapat mengakses ke ssp3k.bkn.go.id.

Pada CPNS tahun 2021, jurusan yang paling banyak dibutuhkan yaitu kedokteran, sebab pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan dan memberikan arahan untuk membuka lowongan CPNS dokter, perawat, dan tenaga penyuluh. Selain kedokteran, jurusan keguruan juga sangat dibutuhkan, diketahui kebutuhannya mencapai 1 juta yang nantinya akan dibagi ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Siapkan Berkas, Pendaftaran CPNS dan PPPK 30 Juni – 21 Juli Pukul 23.59 Serentak di SSCASN BKN 2021/2022 (Lihat Selengkapnya).

Pendaftaran CPNS Resmi dibuka mulai 30 Juni 2021, Pendaftaran hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID

Namun bila ingin info terbaru seputar seleksi CPNS silahkan cek di https://www.sscnbkn.win/ sedangkan info pendaftaran PPPK buka SSP3K.

Cek juga Info Penting mengenai Syarat dan Cara Pendaftaran CPNS 2021 berdasarkan rilis terbaru.

Untuk total kebutuhan ASN tahun 2021, dibutuhkan sebanyak 1,2 juta lebih, terdiri dari P3K non guru sebanyak 70.008, P3K guru sebanyak 1 juta, dan CPNS sebanyak 119.094. Kebutuhan CPNS untuk pemerintah pusat mencapai 83.669 dengan formasi sebanyak 69.684. Rinciannya sebanyak 61.129 formasi untuk kementerian atau lembaga, sedangkan sekolah kedinasan mencapai 8.555 formasi untuk 8 sekolah kedinasan yang tersedia.

Untuk pemerintah daerah membutuhkan CPNS sebanyak 1.191.178 dengan 652.803 formasi. Formasi tersebut dibagi ke dalam 34 pemerintah provinsi yang mendapatkan formasi sebanyak 139.443, sedangkan pemerintah kabupaten atau kota mendapatkan formasi sebanyak 513.360.

Selain informasi terkait formasi, terdapat jabatan yang paling banyak dibutuhkan oleh pemerintah pusat, antara lain dokter, dosen, penjaga tahanan, pemeriksa, perawat, penyuluh keluarga berencana, analis perkara peradilan, analis hukum pertahanan, jaksa, statisi, pranata komputer, pranata barang bukti, pengawas farmasi dan makanan, penyuluh perikanan, dan perencana.

Sedangkan jabatan yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, lebih banyak ke tenaga pendidikan yang terdiri dari guru bahasa indonesia, guru seni budaya, guru TIK, guru matematika, dan guru BK. Selain tenaga pendidikan, dibutuhkan jabatan tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Sebelum pendaftaran CPNS 2021 dibuka pada bulan Mei 2021, ada baiknya mengetahui dokumen yang dibutuhkan dan lebih baik dipersiapkan dari sekarang. Dokumen tersebut meliputi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Ijazah, Transkip Nilai, Pas foto, dan dokumen lainnya yang dibutuhkan oleh setiap instansi.

Selain dokumen, perlu diketahui beberapa kendala yang umum terjadi pada para pelamar CPNS, yaitu :

  1. Data diri tidak ditemukan, biasanya seputar nomor KTP atau Nomor Induk Kependudukan atau nomor Kartu Keluarga, jika menghadapi kendala ini, dapat menghubungi Dukcapil.
  2. Salah isi nama, pengisian nama yang dilakukan tidak memerlukan nama gelar, jika kendala ini terjadi pelamar tidak dapat mengubahnya kembali ketika sudah klik “akhiri pendaftaran”.
  3. Mendaftarkan diri lebih dari satu jabatan, perlu diketahui setiap pelamar hanya dapat melamar 1 jabatan di 1 instansi.
  4. Saat melamar muncul tulisan “NIK sudah terdaftar”, pelamar dapat langsung meminta bantuan kepada Helpdesk SSCN di link helpdesk.bkn.go.id/ssc.
  5. Gagal unggah dokumen atau berkas, biasanya dokumen yang gagal diunggah tidak memenuhi syarat ukuran yang telah ditetapkan, jadi dapat diperhatikan kembali ukuran setiap dokumen pendaftaran CPNS. Jika kendala masih terjadi, pelamar dapat melakukan pembersihan cache dan cookies, serta bersihkan riwayat pelacakan. Lalu refresh terlebih dahulu dan coba lakukan pendaftaran kembali.
Bagikan :
Back to top