Info SSCASN Terbaru CPNS dan PPPK Mei-Juni 2021/2022

Info SSCASN Terbaru CPNS dan PPPK Mei-Juni 2021/2022 ~ Proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Karyawan Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nonguru tinggal menghitung hari. Anda wajib segera bersiap. Karena, proses pendaftaran bakal dimulai pada Mei sampai Juni 2021.

Himbauan : Pengunjung yang terhormat, SSCNBKN.win bukan web resmi CASN, silahkan kunjungi SSCASN.BKN.GO.ID. Pendaftaran Seleksi CPNS maupun PPPK 2021 TIDAK dikenakan biaya (GRATIS). Apabila ada yang mengatasnamakan SSCNBKN.win menawarkan bantuan untuk kelulusan seleksi CPNS maupun PPPK dengan membayar sejumlah uang, maka itu bukanlah pihak kami dan sudah dipastikan itu Penipuan. SSCNBKN.win tidak pernah meminta uang seperpun kepada siapapun, melalui media apapun. Salam cerdas, terima kasih.

Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Teguh Widjanarko memaparkan, proses seleksi akan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2021. Sementara pengumuman penerimaan akhir pada November 2021.

Pendaftaran dilakukan melalui Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) BKN. “Seleksinya bulan Juli sampai Oktober karena banyak sekali, tahun lalu ada empat juta pelamar. Proses seleksinya juga cukup lama,” jelas Teguh.

Siapkan Berkas, Pendaftaran CPNS dan PPPK 30 Juni – 21 Juli Pukul 23.59 Serentak di SSCASN BKN 2021/2022 (Lihat Selengkapnya).

Pendaftaran CPNS Resmi dibuka mulai 30 Juni 2021, Pendaftaran hanya satu portal di SSCASN.BKN.GO.ID

Namun bila ingin info terbaru seputar seleksi CPNS silahkan cek di https://www.sscnbkn.win/ sedangkan info pendaftaran PPPK buka SSP3K.

Cek juga Info Penting mengenai Syarat dan Cara Pendaftaran CPNS 2021 berdasarkan rilis terbaru.

Terkait dengan lokasi seleksi, Kementerian PANRB dengan BKN masih belum menentukan lokasi pasti. Namun intinya, seleksi bakal direalisasi di kantor pusat BKN, kantor regional BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN, dan tempat-tempat tes tambahan baik tersebut yang dibiayai oleh BKN maupun dibiayai berdikari oleh badan.

  1. Jumlah Formasi yang Dibuka

Berdasarkan informasi terkait rincian rekrutmen CASN 2021 atau CPNS yang dibuka oleh pemerintah mulai Jumat, sembilan April 2021, formasi CASN 2021 yang dipersiapkan disebut mencapai 1.275.387.

Dari total formasi CASN 2021 itu, dengan rincian sebanyak83.669formasi untuk pemerintah pusat dan badan pemerintah daerah 1.191.718. Jumlah ini mencakup guru PPPK sebanyak 1.002.616, serta PPPK non guru dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak119.094formasi.

“Jabatan dengan alokasi penetapan terbanyak untuk 2021 bagi pemerintah kabupaten kota adalah guru termasuk guru kelas, guru guru BK, guru TIK, dan guru seni adat-istiadat,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo.

  1. Diminta Waspada Penipuan Calo

Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN)/Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak dipungut tarif sangat sama. Oleh karena itu, dia meminta warga untuk berhati-hati supaya tak tertipu oknum yang meminta tarif.

“Ini tak dipungut biaya. Untuk semua yang mau daftar, pendaftaran ini tidak dipungut biaya,” kata Menteri Tjahjo.

“Hati-hati terhadap siapapun, perorangan atau kelompok yang mengatasnamakan siapa yang sifatnya calo. Ini prosesnya terbuka, sistemnya juga tak ada kesempatan untuk KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme),” jelasnya.

Ia pun mengajak agar masyarakat merujuk pada website resmi milik pemerintah untuk mendapatkan informasi mengenai seleksi CPNS, guru PPPK, dan PPPK non-guru.

“Ikuti website PANRB dan website BKN, tergolong yg satu juta PPPK guru, websitenya Kemendiknas,” tutur Menteri Tjahjo.

  1. Saat ini Tengah Proses Input Soal Ujian

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sudah menerima Naskah Soal Seleksi CASN Tahun 2021. Naskah soal itu nantinya akan digunakan dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Seleksi Kompetensi calon Staf Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Naskah soal diserahkan dalam bentuk dokumen digital terenkripsi untuk mencegah kebocoran data. Kerahasiaan soal dijamin aman, dan bahkan tim penyusun soal pun tak mengetahui kode enkripsinya.

Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo menyebut, dengan diserahkannya soal seleksi CASN tersebut, selanjutnya Tim Panselnas bakal melakukan proses pemasukan (input) ke dalam sistem Computer Assisted Test (CAT) Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) yang bakal digunakan dalam pelaksanaan seleksi nantinya.

“Pada proses ini dibutuhkan kehati-hatian dan jaminan kerahasiaan dan keamanan data-datanya. Semenjak tahun-tahun sebelumnya kerahasiaan dan keamanan data menjadi kata kunci kita bersama, kami yakin

Agar dapat mengawal kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian proses seleksi CPNS dan PPPK, untuk bekolaborasi dengan Kementerian PANRB, BKN, Kemendikbud.

  1. Diimbau Tak Daftar Sekolah Kedinasan dan CPNS Bersamaan

Pendaftaran untuk sekolah kedinasan sudah dimulai pada sembilan April kemudian. Beriringan, pendaftaran untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) juga bakal dibuka pada Mei/Juni 2021.

Apakah hal ini diperbolehkan jika mengikuti keduanya

Plt. Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Teguh Widjanarko memaparkan, calon pelamar mesti yakin dengan pilihan yang akan diambilnya, baik mendaftar ke sekolah kedinasan atau mengikuti seleksi CPNS dan PPPK. Dikarenakan pelamar cuma bisa memilih 1 sekolah kedinasan dan juga cuma satu formasi pada seleksi CPNS dan PPPK, selain lantaran formasi yang terbatas, hal ini juga

Terdapat perbedaan waktu yang signifikan antara pendaftaran untuk seleksi sekolah kedinasan dan seleksi CPNS serta PPPK. Batas pendaftaran bagi sekolah kedinasan berakhir pada tiga puluh April 2021, sedangkan pendaftaran CPNS dan PPPK baru dilakukan setelah tersebut, yakni pada Mei/Juni 2021.

Selain itu, jumlah formasi dan persyaratan bagi seleksi CPNS dan PPPK untuk formasi lulusan SMA/sederajat pun belum diumumkan. Berbeda dengan sekolah kedinasan yang jumlah formasi serta persyaratan telah diumumkan dan dapat dicek di laman dikdin.bkn.go.id serta laman sekolah kedinasan masing-masing.

Agar fokus terhadap pilihannya, untuk tersebut, Teguh mengingatkan calon pelamar Lebih baik fokus terhadap proses seleksi sekolah kedinasan kalau mau mendaftar sekolah kedinasan Demikian juga sebaliknya. Percaya dengan pilihan yang diambil, diikuti dengan ikhtiar, doa, dan usaha yang cukup. Insyaallah hasil yang terbaik,” tandas Teguh.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sudah menerima Naskah Soal Seleksi CASN Tahun 2021. Naskah soal tersebut nantinya akan digunakan dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Seleksi Kompetensi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Naskah soal diserahkan dalam bentuk dokumen digital terenkripsi untuk mencegah kebocoran data. Kerahasiaan soal dijamin aman, dan bahkan tim penyusun soal pun tak mengetahui kode enkripsinya.

Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo menyebut, dengan diserahkannya soal seleksi CASN tersebut, selanjutnya Tim Panselnas bakal melakukan proses pemasukan (input) ke dalam sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang bakal digunakan dalam pelaksanaan seleksi nantinya.

“Pada proses ini dibutuhkan kehati-hatian dan agunan kerahasiaan dan keamanan data-datanya. Kami yakin sejak tahun-tahun sebelumnya kerahasiaan dan keamanan data menjadi kata kunci kita dengan,” ujar Menteri Tjahjo dalam acara Serah Terima Naskah Soal Seleksi CASN Formasi Tahun Anggaran 2021 secara virtual, Selasa (20/4).

Oleh karenanya, Menteri Tjahjo selaku Ketua Tim Pengarah Panselnas Pengadaan CASN 2021 berpesan kepada seluruh Tim Panselnas, khususnya BSSN, BPPT, BPKP, dan Tim Quality Assurance (QA) untuk bekerja sama dengan Kementerian PANRB, BKN, Kemendikbud biar dapat mengawal kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian proses seleksi CPNS dan PPPK.

Tahapan Penyusunan Soal

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut, soal SKD dikenal sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaring calon-calon ASN berkualitas. Untuk itu, dalam penyusunan soal seleksi dilakukan melewati sejumlah tahapan.

Tahapan pertama, penyusunan kisi-kisi yang memperhatikan hasil penilaian pelaksanaan seleksi CPNS dan PPATK beserta kisi-kisi tahun 2019.

“Proses ini mengimplikasikan unsur Kementerian PANRB, BKN, BNPT, dan pakar-pakar dari perguruan tinggi, yang didampingi oleh ahli konstruksi soal dari Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud,” jelas Nadiem.

Langkah kedua, penyesuaian soal seleksi CASN yang mengimplikasikan penulis dari perguruan tidak rendah negeri di Indonesia dengan pendampingan dan penjaminan mutu oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran sebagai ahli konstruksi soal.

Soal yang disusun telah sesuai dipastikan berikutnya merupakan proses telaah bahasa oleh ahli-ahli dari Tubuh Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud untuk dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan betul.

Menurut Menteri Nadiem, arah perkembangan Indonesia bakal ditentukan oleh smart ASN adalah pengabdi-pengabdi negara yang. Kemendikbud berkomitmen untuk selalu membantu proses pengadaan staf ASN secara akuntabel dan transparan.

“Sehingga terwujud rekrutmen calon-calon Smart ASN dengan karakter yang berintegritas, nasionalis, profesional, berwawasan global, menguasai teknologi, memiliki jiwa keramahtamahan, serta kemampuan membangun jejaring,” pungkas Menteri Nadiem.

Pemerintah mulai membuka pendaftaran untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada hari ini, Jumat (9/4) dengan diawali dengan sekolah kedinasan. Total, pengadaan calon ASN pada tahun ini mencapai 1.275.387.

Dari total itu, sebanyak83.669formasi untuk pemerintah pusat dan badan pemerintah daerah 1.191.718. Jumlah ini tergolong guru PPPK sebanyak 1.002.616, serta PPPK non guru dan Calon Staf Negeri Sipil (CPNS) sebanyak119.094formasi.

“Jabatan dengan alokasi penetapan terbanyak untuk 2021 bagi pemerintah kabupaten kota dikenal sebagai guru termasuk guru kelas, guru guru BK, guru TIK, dan guru seni adat istiadat,” tandas Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, dalam konferensi pers pengadaan CASN 2021 pada Jumat (9/4).

Secara pendirian, kriteria penerimaan pegawai pada tahun ini adalah orang-orang yang sudah bisa langsung terjun ke lapangan. Perihal ini telah dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga pemerintah.

Berkaitan dengan prosedur pengadaan ASN, Pemerintah Daerah (Pemda) telah menyampaikan usulan kebutuhan ASN dengan mempertimbangkan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Kemudian Kementerian PANRB menetapkan kebutuhan ASN nasional dengan memperitmbangkan masukan dari Menteri Keuangan dan kepala BKN.

Mengenai tahapan rekrutmen, Tjahjo mengatakan, pengumuman seleksi, pelaksanaan seleksi administrasi, pelaksanaan seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang, dilakukan oleh BKN.

“Panitia seleksi nasional menetapkan hasil akhir seleksi. Kemudian penetapan nomor induk kepegawaian oleh BKN dan pengangkatan staf. Ini tahapan-tahapan yang ingin kita sampaikan,” jelasnya.

Pendaftaran penerimaan Calon Karyawan Negeri Sipil (CPNS) dan Staf Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru dipastikan akan dimulai pada Mei sampai Juni 2021. Selama beberapa bulan, proses seleksi bakal berjalan

Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Teguh Widjanarko menjelaskan, proses seleksi bakal berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2021. Sementara pengumumannya pada November 2021.

Pendaftaran dilakukan melalui Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) BKN. “Seleksinya bulan Juli sampai Oktober karena sangat banyak, tahun kemudian ada 4 juta pelamar. Proses seleksinya juga cukup lama,” jelas Teguh dalam konferensi pers pad Jumat (9/4).

Pada tahun ini, lokasi seleksi belum ditentukan oleh kementerian PAN-RB bareng BKN masih. Tetapi intinya, seleksi bakal direalisasi di kantor pusat BKN, kantor regional BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN, dan tempat-tempat tes tambahan baik itu yang dibiayai oleh BKN maupun dibiayai mandiri oleh instansi.

Pelaksanaan tes CPNS dan PPPK pada tahun ini tetap bakal menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Untuk hal ini, Kementerian PAN-RB bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Juga akan direalisasikan protokol kesehatan yang benar-benar ketat. Kita koordinasi dengan Kemenkes dan BNPB terkait protokol kesehatan ini,” tutur Teguh.

Bagikan :
Back to top