Formasi CPNS Guru 2021/2022 Minta Dibuka Lebih Banyak

Formasi CPNS Guru 2021 Minta Dibuka Lebih Banyak ~ Perhimpunan Pendidikan dan Guru atau biasa disingkat dengan sebutan P2G meminta pemerintah untuk membuka lebih banyak formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021.

Satriawan Salim selaku koordinator dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengatakan bahwa formasi guru dengan menggunakan skema Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dinilai tidak efektif dan tidak bisa menjadi solusi jangka panjang.

Satriawan juga menambahkan bahwa dia dan pihaknya menagih janji dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang pernah mengatakan akan membuka seleksi guru PNS.

Satriawan Salim berujar bahwa CPNS tahun 2021 ini harus membuka lebih banyak kuota formasi pada profesi guru, sebab formasi yang diajukan oleh pemerintah daerah untuk PPPK dinilai belum memenuhi target yang diinginkan. Dilansir dari data Kemendikbud bahwa formasi yang diusulkan pemerintah daerah untuk formasi guru berjumlah 523.120.

P2G menganggap bahwa jika hanya PPPK tidak akan mampu mengcover kekurangan guru ASN hingga tahun 2024. P2G mengklaim bahwa Indonesia masih butuh kurang lebih 1 juta formasi guru ASN.

Info Update CPNS 2021 cek di https://www.sscnbkn.win/.

Selain itu, P2G juga menilai kecenderungan calon guru yang enggan menjadi PPPK dan pilih menjadi PNS. Hal ini disebabkan karena status PNS lebih memiliki kepastian kerja dan kesejahteraan.

P2G juga meminta untuk para guru honorer K2 Diafirmasi. Ukurannya bukan dari usia, tapi lama mengajar. P2G Menganggap guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi ini seharusnya tidak perlu lagi untuk mengikuti proses rekrutmen PPPK ataupun CPNS.

Sebelumnya Pemerintah juga membuat kebijakan bahwa batas pelamar usia untuk CPNS adalah dibawah 35 Tahun. Hal ini tentu membuat peluang guru honorer yang sudah berusia lebih dari 35 tahun semakin tipis peluangnya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Padahal saat ini masih banyak jumlah guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun dan usianya sudah melewati batas maksimal seleksi CPNS.

Sebagau solusi pemerintah memberikan usulan bahwa para guru-guru honorer yang usianya melebihi batas maksimal seleksi CPNS bisa mengikuti PPPK. Untuk PPPK syarat seleksinya tidak terbatas pada usia 35 tahun.

Berbeda dari CPNS, PPPK ini adalah sistem rekrutmen untuk pegawai kontrak sehingga batasan usianya tidak hanya sampai 35 tahun. Selain itu PPPK ini memilki besaran gaji yang sama dengan CPNS, bedanya untuk PPPK ini tidak mendapat alokasi uang pensiun seperti guru tetap, akan dirancang iuran guru itu sendiri.

Sebelumnya juga pemerintah telah menghapuskan regulasi jenis pegawai tetap, pegawai tidak tetap, hingga tenaga honorer dari status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah secara bertahap.

Hal ini juga berpengaruh pada guru honorer karena dengan dihapuskannya regulasi ini maka status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kembali ke topik awal bahwa bisa saja usulan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) ini akan diterima oleh pemerintah. Sebab hingga saat ini Pemerintah belum mengumumkan formasi guru pada CPNS dan PPPK 2021 secara resmi. Karena belum final maka masih mungkin akan terjadi berbagai macam perubahan.

Adapun Pemerintah rencananya akan secara resmi mengumumkan formasi dalam CPNS 2021 pada Bulan April.

Bagikan :
Back to top