THR PNS Cair 13 – 14 Mei 2020

Halo semuanya hari ini kita akan membahas tentang kapan keluarnya dana THR PNS tahun 2020 untuk saat ini kita sudah masuk di pertengahan bulan Ramadan artinya hari raya Idul Fitri akan segera dalam beberapa hari lagi.

Tentu sudah banyak yang bertanya-tanya Kapan THR PNS 2020 keluar karena tentu saja di kondisi saat ini semua membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari apalagi sekarang kita dalam keadaan di rumah saja.

Selain kebutuhan dana Ramadhan yang semakin meningkat ditambah tidak adanya aktivitas diluar menjadikan keperluan rumah tangga menjadi lebih banyak, hal ini tidak sebanding dengan penghasilan yang bisa diperoleh dengan aktivitas di luar rumah sebelum lomba covid-19 menyerang.

Pegawai tetap seperti PNS masih mending karena masih ada dana yang bisa dihentikan salah satunya adalah THR PNS tahun ini micnya dan kira-kira kapan jadwal keluarnya di sini kami akan membahas lebih mendalam mengenai hal itu.

Menurut isu yang beredar ada beberapa kabar heboh yang berkaitan dengan pencairan THR PNS tahun 2020 salah satunya adalah perubahan kebijakan yang katanya THR tidak akan dibayarkan untuk golongan IV PNS Apakah benar demikian ternyata setelah ditelusuri lebih dalam itu tidak benar karena hasil keputusan terakhir yang dijadikan kebijakan adalah eselon 3 ke bawah sedangkan Eselon 1 dan eselon 2 memang tidak menerima THR PNS tahun ini.

Artinya perubahan kebijakan itu bukan didasarkan pada jenis pangkat golongan melainkan sesuai dengan jabatan dan salah satu dan dua tahun ini tidak mendapatkan THR PNS.

Jadi kapan THR PNS itu diterima oleh PNS di bulan Ramadan ini.
Berdasarkan pengumuman yang di publikasi jadwal pembayaran THR PNS pada pertengahan Mei 2020 atau yang lebih tepatnya pada kisaran tanggal 13 hingga 14 Mei 2020.

Oke Mari kita tunggu saja Apakah benar demikian. Lihat juga Jadwal Pencairan Sertifikasi Guru 2020

Fakta-fakta THR PNS Tahun 2020

  • 1. Perubahan regulasi/kebijakan THR PNS 2020

Ada yang berubah dari pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi para aparatur sipil negara (ASN) alias pegawai negeri sipil (PNS).

Regulasinya telah dimuat dalam surat Menteri Keuangan dengan nomor S-343/MK.02/2020 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pemberian THR bagi PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pegawai Non PNS, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan, yang ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Regulasi ini dibuat atas pertimbangan dalam mengatasi virus corona (Covid-19) yang sedang mewabah, oleh karenanya perlu kajian ulang terhadap kebijakan pemberian THR yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP).

“Perubahan kebijakan pemberian THR dimaksud, antara lain terkait pihak yang diberikan serta besarannya,” sebagaimana dikutip di dalam surat Menteri Keuangan yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (2/4)

  • 2. Kriteria PNS yang menerima THR

Berdasarkan regulasi baru diatas, THR tahun 2020 hanya diberikan kepada PNS dengan kriteria berikut.

  1. PNS
  2. Prajurit TNI
  3. Anggota Polri
  4. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri yang ditempatkan atau ditugaskan di perwakilan Republik Indonesia (RI) di luar negeri
  5. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri yang ditugaskan di luar instansi pemerintah baik di dalam maupun luar negeri yang gajinya dibayar oleh instansi induknya
  6. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri penerima uang tunggu
  7. Penerima gaji terusan dari PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri yang tewas atau gugur
  8. Penerima gaji dari PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri yang dinyatakan hilang
  9. Hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah, atau hakim dengan pangkat kolonel ke bawah di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya
  10. Penerima Pensiun atau Tunjangan
  11. Pegawai non-PNS pada LNS, LPP, atau BLU
  12. Pegawai lainnya yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau pejabat yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  13. Calon PNS.
  • 3. Jabatan yang tak menerima THR

Kemudian, disebutkan bahwa THR di tahun ini tidak diberikan kepada beberapa jabatan berikut.

  1. Pejabat negara, kecuali hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah, atau hakim dengan pangkat kolonel ke bawah di lingkungan MA dan badan peradilan yang berada di bawahnya
  2. Wakil Menteri
  3. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri dalam jabatan setara dengan jabatan pimpinan tinggi
  4. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri dalam jabatan fungsional ahli utama atau dalam jabatan setara dengan jabatan fungsional ahli utama
  5. Dewan pengawas BLU
  6. Dewan pengawas LPP
  7. Staf khusus di lingkungan kementerian
  8. Hakim Ad hoc
  9. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
  10. Pimpinan LNS, Pimpinan LPP, Pejabat Pengelola BLU, atau pejabat lain yang hal keuangan atau hak administratif nya disetarakan atau setingkat dengan pejabat negara, wakil menteri, pejabat dalam jabatan pimpinan tinggi, atau pejabat dalam jabatan fungsional ahli utama
  11. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri yang sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara
  12. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri yang sedang ditugaskan di luar instansi pemerintah baik di dalam maupun luar negeri yang gajinya dibayar oleh instansi tempat penugasan
  13. Besaran THR
  • 4. Besaran THR 2020

Adapun besaran THR sebesar penghasilan satu bulan pada dua bulan sebelum bulan Hari Raya Idul fitri, diberikan bagi jabatan berikut.

  1. PNS, prajurit TNI, anggota Polri, dan hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah atau kolonel ke bawah di lingkungan MA. THR yang diberikan paling banyak meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum
  2. Penerima gaji terusan dari PNS, TNI, Polri yang meninggal dunia, tewas, gugur, atau penerima gaji dari PNS, Prajurit TNI, atau Anggota Polri yang dinyatakan hilan, yaitu sebesar satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum bulan hari raya
  3. Penerima pensiun. THR yang diberikan paling banyak meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan/atau tunjangan tambahan penghasilan
  4. Penerima pensiun terusan dari pensiunan PNS, Prajurit TNI, atau Anggota Polri yang meninggal, tewas, gugur, yaitu sebesar penghasilan satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum hari raya
  5. Penerima pensiun dari pensiunan PNS, Prajurit TNI, atau Anggota Polri yang dinyatakan hilang, yaitu sebesar penghasilan satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum bulan hari raya
  6. Penerima tunjangan, THR sebesar tunjangan sesuai peraturan perundang-undangan
  7. Pegawai non PNS pada LNS atau LPP, atau pegawai lainnya, sebesar lampiran PP
  8. Pegawai non PNS pada BLU, sebesar komponen gaji pada remunerasi, paling tinggi sebesar THR yang diterima PNS pada jabatan yang setara
  9. Calon PNS, paling banyak sebesar 80% dari gaji pokok PNS, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan/umum.

Di dalam RPP THR juga disebutkan bahwa THR akan dibayarkan paling cepat 10 hari kerja sebelum tanggal hari raya. Kemudian, dalam hal THR belum dibayarkan, maka dapat diberikan setelah tanggal hari raya.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan telah mengalokasikan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) Pegawai Negeri Sipil ( PNS), TNI dan Polri.

Para pensiunan baik dari PNS, TNI, maupun Polri juga akan tetap menerima THR.

“Pensiun juga tetap sesuai tahun lalu karena mereka kelompok yang mungkin tertekan,” jelas dia.

Yang perlu digarisbawahi, THR pada tahun ini hanya diberikan kepada ASN yang jabatannya setara dengan eselon III ke bawah (golongan 1,2 dan 3).

Artinya, para pejabat eselon II dan I tidak akan menerima THR.

“THR untuk ASN, TNI, dan Polri akan dibayarkan, untuk ASN, TNI, Polri seluruhnya, yang posisinya sampai dengan eselon III ke bawah,” ujar Sri Mulyani.

Presiden, wakil presiden, dan para menteri juga tidak akan mendapat THR.

Kebijakan yang sama juga berlaku bagi anggota DPR dan DPD.

“Untuk presiden, wapres, menteri, (anggota) DPR DPD, tidak dapatTHR dengan keputusan tersebut,” kata dia.

Staf Ahli Menkeu Bidang Pengawasan Pajak, Nufransa Wira Sakti mengatakan, THR untuk PNS akan cair paling cepat 10 hari sebelum Idul Fitri.

Artinya, bila Lebaran tahun ini jatuh pada 23-24 Mei 2020, maka THR untuk PNS akan cair pada 13-14 Mei 2020.

Meski THR untuk PNS dipastikan cair, tapi jumlahnya tidak sama seperti tahun lalu.

Sumber : https://wartakota.tribunnews.com/2020/05/06/hari-hari-menanti-thr-pns-cair-berikut-lima-fakta-yang-perlu-diketahui-seputar-thr-pns-2020?page=4

Bagikan :