Kunci Jawaban Soal Belajar TVRI 13 Mei 2020 Masyarakat Bugis Kelas 4 – 6 SD

Ayo bagi yang butuh Kunci Jawaban Soal Belajar TVRI 13 Mei 2020 tentang Masyarakat Bugis Kelas 4 – 6 SD, berikut kami akan berikan informasinya.

Dalam materi belajar hari ini tentang Mengenal Masyarakat Bugis Makassar maka persiapan pertanyaan yang harus dijawab adalah :

  1. Menurutmu, apa saja kehebatan orang Bugis Makassar pada masa lalu berdasarkan tayangan tadi?
  2. Bagaimana cara membuat Perahu Pinisi? Ceritakan dengan singkat kepada keluargamu!
  3. Apa yang bisa kita teladani dari Bapak Muhammad Djafar, pembuat perahu Pinisi? Mengapa?

Kita akan pelajari hari ini Soal Belajar TVRI 13 Mei 2020 tentang Masyarakat Bugis Kelas 4 – 6 SD, ada bacaan mengenai sejarah Bugis berikut ini.

I. SEJARAH SINGKAT BUGIS

Suku Bugis merupakan suku asal Sulawesi Selatan. Ciri tersendir yang dimiliki Bugis adalah bahasa dan adat-istiadat. Oleh karena itu tidak hanya orang asli Suku Bugis tapi perantau Melayu dan Minangkabau yang ada disana sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, dianggap juga sebagai orang Bugis.

Sejarah awal orang Bugis adalah suku kelompok Melayu Deutero.

Dari arti kata “Bugis”, asal katanya itu adalah To Ugi, yang berarti pengikut (orang-orang) dari La Sattumpugi. yaitu Raja Pertama dari Kerajaan Cina di daerah Pammana, yang tepatnya di Kabupaten Wajo.

Dalam perkembangannya, Suku Bugis kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, dan pemerintahan mereka sendiri.

Konflik besar antar kerajaan dalam Sejarah Bugis

Pada abad ke-15 diwaktu kerajaan Gowa dan Bone akan masuk pada masa jaya, dan Soppeng serta Wajo baru dibentuk, terjadilah perebutan perbatasan juga konflik dibidang politik dan ekonomi antar kerajaan.

Seperti kerajaan lainnya, Kerajaan Bone selalu menambah luas wilayahnya sampai bersinggungan dengan wilayah Gowa di Bulukumba. Kemudian di utara, Bone berbatasan dengan Luwu di Sungai Walennae. Di saat yang sama Wajo, sedikit demi sedikit juga merpeluas wilayah kerajaan. Termasuk Kerajaan Soppeng menambah wilayah ke arah barat sampai di Barru.

Pada akhirnya kemenangan antara Luwu dan Bone adalah Bone dan mengambil wilayah kekuasaannya dan mempersaudarakan kerajaan keduanya.

Namun ternyata Luwu tidak berdiam diri, Luwu bersekutu dengan Wajo, dan mulai merebut kembali kerajaannya, melakukan serangan ke berapa daerah Bone dan Sidenreng. Di beberapa kemenangannya menjadikan wilayah Luwu semakin ke utara dan dikuasai Wajo sebagai dampak penaklukan ataupun penggabungan.

Wajo berkonflik juga dengan Bone. Namun Gowa datang menyerang Bone dan berhasil mengalahkannya termasuk juga menaklukkan Wajo dan Soppeng. Untuk mempertahankan dari Gowa, maka Kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng akhirnya besekut yang dikenal dengan nama “Tellumpoccoe”.

PENYEBAB BUGIS MENJADI PERANTAU

Pada Abad ke-16, 17, 18 dan 19, terjadi konflik besar antara Bugis dan Makassar yang berdampak pada orang Sulawesi Selatan. Mereka menjadi tidak tenang sehingga memutuskan untuk bermigrasi terutama di daerah pesisir.

Ditambah lagi keinginan kuat mereka akan kemerdekaan menjadikan orang Bugis merantau.

TAYANGAN VIDEO dan PERTANYAAN SOAL

Sebelum menjawab soal, maka peserta belajar TVRI semua simak tayangan berikut dengan seksama kemudian jawab soal sesuai dengan informasi dari tayangan.

Soal :
1. Berdasarkan tayangan tersebut, berikut adalah kehebatan orang Bugis Makassar pada masa lalu:
– Orang Bugis Makassar pada masa lalu merupakan pengembara ulung yang mengarungi samudra ke negara asing.
– Orang Bugis Makassar pada masa lalu menguasai daerah pesisir Sumatra bagian timur sampai pesisir selatan.
– Orang Bugis Makassar pada masa lalu mengendalikan kegiatan perdagangan Selat Malaka dengan menguasai jalur pelayaran di Selat Malaka hingga ke pesisir utara wilayah Kalimantan.
– Serta menjadi wira samudra yang sangat disegani oleh para pedagang, pelaut dan bajak laut.

2. Berikut ini adalah tahap-tahap cara membuat Perahu Pinisi:
– Pertama memilih pohon untuk ditebang.
– Lalu memotong kayu sesuai arah urat kayu agar kekuatan terjamin.
– Kemudian melakukan peletakan kayu yang menjadi pondasi bangunan perahu.
– Berikutnya melakukan proses pembentukan badan struktur perahu.
– Lalu melakukan pendempulan.
– Terakhir lakukan pemasang tiang layar.
Coba ceritakan kembali cara- cara pembuatan Perahu Pinisi ini kepada keluarga!

3. Yang bisa kita teladani dari Bapak Muhammad Djafar, si pembuat perahu Pinisi adalah:
– Bapak Muhammad Djafar yang umurnya hampir 90 tahun, tetap mempertahankan tradisi membuat perahu Pinisi bersama anak-anaknya.
– Tradisi membuat perahu ini bukanlah tiruan tapi turunan.
– Sehingga di usianya yang hampir 90 tahun ia tetap menjaga tradisi membuat perahu pinisi.
– Walaupun sekolahnya tidak tamat SD tapi beliau mempunyai pemikiran yang sangat luas, dan menjadi kebanggaan bisa memamerkan perahu pinisi di tingkat internasional.

Bagikan :